Breaking News:

Tujuh Penyebab Kecelakaan di Tol Cipularang, Kata Kepala Induk PJR Cipularang

Kepala Induk PJR Cipularang, AKP Stanlly Soselisa, mengatakan kecelakaan di jalan tol terjadi ketika pengemudi tidak berhati-hati dalam berkendara.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Kepala Induk PJR Cipularang, AKP Stanlly Soselisa. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Pascalibur lebaran 2021 sejumlah kecelakaan terjadi di ruas Tol Cipularang. Terhitung sudah ada sekitar empat kejadian setelah selesai penyekatan pada 17 Mei 2021.

Kecelakaan yang terjadi banyak didominasi karena masalah kelayakan kendaraannya. 

Kepala Induk PJR Cipularang, AKP Stanlly Soselisa, pun angkat bicara terkait fenomena ini. Menurut AKP Stanlly, kecelakaan di jalan tol terjadi ketika pengemudi tidak berhati-hati dalam berkendara.

Selain faktor tersebut, AKP Stanlly sudah menyebutkan ada tujuh penyebab yang biasa berakibat pada kecelakaan lalu lintas di jalan tol.

Pertama, capek dan lelah disertai pengemudi yang mengantuk, namun tetap melanjutkan perjalanan. Ia mengimbau kepada pengemudi ini haruslah beristirahat di rest area-rest area yang telah disediakan.

Baca juga: Kecelakaan Kembali Terjadi di Tol Cipularang, Truk dan Minibus Terlibat Tabrakan di KM 82 B

Kedua, ialah kurangnya antisipasi dan jaga jarak aman apalagi jika kondisi mengendarai kendaraan di malam hari, sehingga pengemudi diminta untuk waspada serta menjaga jarak aman dan pencahayaan kendaraan yang baik.

Penyebab kecelakaan ketiga, yakni mengebut dan tidak mematuhi batas kecepatan.

Di sepanjang jalan tol petugas pengelola tol sudah memasang papan-papan imbauan yang meminta pengendara melajukan kendaraan sesuai dengan aturan seperti minimal kecepatan 60 kilometer per jam dan maksimal 80 kilometer per jam.

Keempat, tidak peduli pada kendaraan alias tidak mengecek kendaraan sebelum melaksanakan perjalanan. Ya, memeriksakan kendaraan sebelum bepergian sangatlah penting.

Ketika kita tidak memeriksakan kendaraan tersebut tentunya pengemudi tidak akan tahu bahwa kendaraan itu layak atau tidak untuk diajak bepergian.

Kelima, pengemudi bermain handphone atau melakukan aktivitas lain saat mengemudi atau dengan kata lain pengemudi ini tidak berkonsentrasi saat melajukan kendaraannya.

"Keenam itu kurangnya kesadaran dalam berlalu lintas dan terakhir tidak mengindahkan perintah petugas dan tidak disiplin. Stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan," katanya.

Baca juga: BERIKUT Identitas Korban Luka-luka Kecelakaan Bus Primajasa di Tol Cipularang KM 84.400

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved