Mudik Lebaran 2021
Larangan Mudik Berakhir, Bus AKAP dari Priangan Menuju Jakarta Mulai Beroperasi Lagi
Bus AKAP dari Priangan menuju Jakarta mulai beroperasi lagi setelah larangan mudik berakhir.
Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Menyusul berakhirnya masa larangan mudik Senin (17/5/2021), sejak Selasa (18/5/2021) pagi sejumlah armada bus antar-kota antar-provinisi (AKAP) mulai beroperasi mengangkut penumpang.
Seperti PO Bus Gapuraning Rahayu (GR), yang terpaksa mengandangkaan 120 armadanya di Pul Pamalayan Ciamis dan lokasi lainnya selama masa larangan mudik, Selasa pagi mulai mengoperasikan armadanya.
“Memang hari ini sudah mulai beroperasi. Tapi baru 18 armada yang jalan tadi pagi,” ujar manajer PO GR, Rd Ekky Bratakusumah kepada TribunJabar.id.
Delapan belas bus yang beroperasi pada hari pertama usai larangan mudik, menurut Ekky tersebar di lima terminal pemberangkatan.
Masing-masing dari Karangpucung (6 bus), Cilacap (1), Sidareja (3), Wangon (4), dan Pangandaran (4 bus).
Semua tujuan Jakarta (Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lebak Bulus, dan Terminal Kalideres).
“Hari ini hanya ada pemberangkatan dari arah timur tujuan Jakarta. Sementara pemberangkatan dari arah barat (Jakarta) tidak ada,” katanya.
Tarif Normal
Animo masyarakat untuk naik bus AKAP pada hari pertama pasca larangan mudik menurut Ekky belum begitu antusias.
“Hari ini belum ada lonjakan penumpang. Padahal kami tidak menaikkan (tarif). Tarifnya normal seperti sebelum Lebaran. Tarif tetap Rp 150.000,” ujar Ekky Bratakusumah.
Meski dalam suasana lebaran menurut Ekky, PO GR tidak menaikan tarif.
Dari 18 bus yang beroperasi pada hari pertama pasca selesainya larang mudik, katanya hanya ada 3 bus yang jumlah penumpangnya di atas 50 persen kapasitas.
“Yakni dua bus yang berangkat dari Karangpucung dan satu bus yang berangkat dari Sidareja. Rata-rata penumpangnya 30 orang, sedikit di atas 50 persen kapasitas,” katanya.
Sementara 15 bus lainnya menurut Ekky hanya mendapat penumpang di kisaran 15 sampai 22 orang.
“Penumpang masih minim, tapi kami tetap jalan, Untuk besok (Rabu, 19/5/2021) belum ada rencana penambahan armada. Tapi kalau terjadi lonjakan penumpang kami sudah siagakan armada di lima terminal pemberangkatan tersebut,” ujar Ekky.
Mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19, menurut Ekky, kru armada baik sopir maupun kernet wajib menggunakan masker dan cuci tangan.
“Sementara penumpang diimbau untuk pakai masker,” katanya.
Serta duduk di jok yang sudah ditentukan sesuai pengaturan jarak prokes.
Baca juga: Larangan Mudik Berakhir, Rest Area KM 166 Cipali Kembali Normal, Mobil ke Arah Jateng Lebih Banyak