Persib Bandung
Kiper Persib Bandung Ini Harus Rela Berlebaran Jauh dari Keluarga, ''Kewajiban Panggilan Negara''
"Sedih pasti. Biasanya hari raya bersama keluarga. Sekarang jauh karena kewajiban panggilan negara."
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Merayakan Hari Idulfitri bersama keluarga adalah harapan semua, termasuk Aqil Savik.
Namun, kiper muda Persib Bandung ini mengaku sudah biasa merayakan Lebaran tidak bersama keluarga.
Tahun ini, kiper jebolan Diklat Persib ini harus menjalani pemusatan latihan bersama Tim Nasional Indonesia.
Baca juga: Winger Persib Bandung Ini Yakin Kondisinya Prima saat Latihan Perdana Nanti
Perayaan Idulfitri pun dia jalani bersama rekan-rekan setimnya.
Meskipun situasi itu membuatnya sedih, ada tanggung jawab yang harus diembannya.
Sebagai pemain profesional, Aqil pun menjalaninya tanpa beban.
"Sedih pasti. Biasanya hari raya bersama keluarga. Sekarang jauh karena kewajiban panggilan negara. Apalagi menjadi bagian Timnas adalah hal yang saya mau," kata Aqil seperti dilansir dari laman resmi Persib Bandung, Minggu (16/5/2021).
Aqil memastikan, keluarganya mendukung apa yang dijalaninya.

Keluarga, kata dia, memahami dengan situasi yang dihadapinya hingga harus absen kumpul keluarga saat momen istimewa.
"Ini juga bukan pertama kali. Dulu pernah waktu sama Tim Nasional U-19."
"Jadi, saya berada di sini juga untuk keluarga," ucapnya.
Kondisi Fisik Terjaga
Pemain Persib lainnya, Erwin Ramdani, mengaku yakin kondisi fisiknya tetap terjaga meskipun selama ini hanya melakukan latihan mandiri.
Baca juga: Ungkapan Kerinduan Pelatih Persib Robert Alberts kepada Bobotoh, Minta Tetap Taat dan Disiplin
Selain program latihan yang diberikan oleh tim pelatih, pemilik nomor punggung 93 itu mengombinasikannya dengan menu dari pelatih pribadi.
"Alhamdulillah sejauh ini semua lancar karena saya ikut program mandiri tim dan dibantu latihan private bersama pelatih pribadi," kata Erwin, dikutip dari laman resmi klub, Minggu(16/5/2021).
Sejauh ini, mantan pemain PSMS Medan dan PS TNI tidak menemui kendala berarti dalam melakukan latihan mandiri.
Meskipun digelar secara virtual, jebolan Diklat Persib itu bisa melahap program latihan mandiri dengan sangat baik.

Dia pun optimistis pada saat latihan bersama nanti digelar, kondisi fisiknya tak akan menurun drastis.
Sebab selama ini, dia selalu menjaga kondisinya agar tetap prima meskipun kompetisi masih belum jelas.
"Tentu sangat optimistis, karena latihan sudah menjadi kebutuhan tersendiri juga buat saya," ucapnya.
Kerinduan Bobotoh
Sementara itu, bobotoh sudah setahun lebih tak bisa menyaksikan secara langsung laga Persib Bandung.
Selain tak ada laga karena pandemi virus corona, saat ada laga pun datang langsung ke stadion tak bisa dilakukan.
Contohnya saat Maung Bandung tampil di Piala Menpora 2021.
Baca juga: Victor Igbonefo Optimistis Persib Bandung Bisa Meraih Prestasi di Liga 1 2021
Bahkan bobotoh juga tak bisa mendukung tim kesayangan secara langsung saat tampil di final melawan Persija Jakarta.
Bobotoh hanya bisa menyaksikannya dari layar kaca pertandingan per pertandingan, termasuk kekalahan di dua leg di partai puncak.
Bobotoh dan suporter dilarang hadir untuk menghindari penyebaran Covid-19.
Kerinduan bukan hanya dimiliki oleh bobotoh. Para pemain dan pelatih pun sangat ingin mendapatkan dukungan langsung di stadion ketika berlatih.
"Untuk suporter, tetaplah berikan dukungan. Dukung kami dengan cara-cara yang positif. Biarkan pemain dan pelatih bekerja sebagaimana profesinya, juga ofisial tim bertugas sebagaimana mestinya," kata pelatih Persib Bandung, Robert Alberts.

Saat ini, PSSI sedang berusaha untuk menyusun dan mendapatkan izin penyelenggaraan Liga 1 2021.
Klub pun sedang berharap agar izin bisa segera turun.
Jika penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi, kemungkinan besar Liga 1 masih belum bisa dihadiri oleh bobotoh.
Hal ini tentu akan menambah panjang kerinduan bobotoh dan pemain untuk bisa bersama-sama berjuang merebut gelar Liga 1.
Namun Robert berharap aturan yang dibuat nantinya agar bobotoh tidak bisa masuk ke stadion dapat ditaati dengan disiplin.
"Kita semua sepakat ingin menyaksikan lagi sepak bola langsung dari stadion, tapi kita juga perlu belajar menjalani kebiasaan baru."
"Jadi mari ikuti aturan. Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan aman sehingga kita semua bisa kembali ke stadion," katanya.
Saat ini, Robert memberlakukan latihan mandiri kepada para pemainnya.
Rencananya, latihan bersama dimulai 22 Mei. (*)