Kamis, 9 April 2026

Selama Ramadan, Produk Ini Paling Banyak Dicari, Indag Jabar Pastikan Harga Stabil

Saat Ramadan produk ini paling banyak dicari untuk itu Indag Jabar terus pantau stabilitas harga termasuk produk pangan lain jelang lebaran

Tribun Jabar/Irvan Maulana
ilustrasi- Saat Ramadan produk ini paling banyak dicari untuk itu Indag Jabar terus pantau stabilitas harga termasuk produk pangan lain jelang lebaran 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat terus memantau secara intensif pergerakan harga komoditas kebutuhan pokok sekaligus persediaan pangan menjelang Idulfitri 1442 H.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat M Arifin Soedjayana mengatakan lewat tim yang dibentuk Bidang Perdagangan Dalam Negeri, bersama Satgas Pangan Provinsi Jawa Barat serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Barat, pihaknya terus mengantisipasi lonjakan harga komoditas barang kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. 

“Pemantauan harga, pasokan, dan stok intens dilakukan di 27 kabupaten/kota se-Jabar,” katanya saat dihubungi Selasa (11/5).

Selain memantau harga, pasokan dan stok barang, kata Arifin, pihaknya berupaya secara intens memonitor perkembangan harga di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dan melakukan stimulus.

Salah satu stimulus yang dilakukan adalah mengecek langsung harga dan pasokan ke pasar-pasar dan toko swalayan.

"Dua atau tiga hari terakhir menjelang hari raya Idulfitri, kami akan mengajak Gubernur Jabar, Satgas Pangan Provinsi Jawa Barat dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pengecekan langsung ke pasar-pasar rakyat. Ini dapat memberikan stimulus yang kuat agar harga mendekati kestabilan," ucapnya. 

Pihaknya juga melakukan stabilisasi harga lewat gelaran operasi pasar gula murah dengan menggandeng PT Baru Madu Jogjakarta di 11 pasar tradisional di Kota Bandung dari 4-9 Mei 2021. 

Operasi pasar ini berhasil menekan bahkan menurunkan harga gula di pasar 0,5-0,7 persen.

Konsumsi gula pasir menjelang hari raya Idulfitri yang tinggi, katanya, mengakibatkan harga meninggi yaitu rata-rata Rp 13.700 per kilogram.

"Upaya Pemerintah Provinsi Jawa untuk stabilisasi harga gula pasir sesuai harga eceran tertinggi (HET), yaitu sebesar Rp 12.500," katanya.

Untuk saat ini, fluktuasi harga pangan hanya terjadi pada gula pasir. Harga rata-rata gula pasir hari ini berada di angka Rp 13.700 per kilogram. Sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) adalah Rp 12.500. 

“Stabilisasi ini dilaksanakan operasi pasar dari distributor penugasan Kementerian Perdagangan RI selama 6 hari dari tanggal 4 Mei sampai dengan 9 Mei 2021 di 11 pasar Kota Bandung,” katanya.

Disperindag Jabar juga memastikan stok pangan yang berada di Gudang Bulog yang berada di 7 kabupaten/kota terbilang aman untuk memenuhi kebutuhan warga menghadapi lebaran dan pascalebaran.

Dia menunjuk cadangan beras yang mencapai 218.000 ton tersedia di Gudang Bulog.

“Minyak goreng, gula, kecap sampai tepung terigu stoknya terpantau aman,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved