Breaking News:

Selama Ramadan, Produk Ini Paling Banyak Dicari, Indag Jabar Pastikan Harga Stabil

Saat Ramadan produk ini paling banyak dicari untuk itu Indag Jabar terus pantau stabilitas harga termasuk produk pangan lain jelang lebaran

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Irvan Maulana
ilustrasi- Saat Ramadan produk ini paling banyak dicari untuk itu Indag Jabar terus pantau stabilitas harga termasuk produk pangan lain jelang lebaran 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat terus memantau secara intensif pergerakan harga komoditas kebutuhan pokok sekaligus persediaan pangan menjelang Idulfitri 1442 H.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat M Arifin Soedjayana mengatakan lewat tim yang dibentuk Bidang Perdagangan Dalam Negeri, bersama Satgas Pangan Provinsi Jawa Barat serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Barat, pihaknya terus mengantisipasi lonjakan harga komoditas barang kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. 

“Pemantauan harga, pasokan, dan stok intens dilakukan di 27 kabupaten/kota se-Jabar,” katanya saat dihubungi Selasa (11/5).

Selain memantau harga, pasokan dan stok barang, kata Arifin, pihaknya berupaya secara intens memonitor perkembangan harga di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dan melakukan stimulus.

Salah satu stimulus yang dilakukan adalah mengecek langsung harga dan pasokan ke pasar-pasar dan toko swalayan.

"Dua atau tiga hari terakhir menjelang hari raya Idulfitri, kami akan mengajak Gubernur Jabar, Satgas Pangan Provinsi Jawa Barat dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pengecekan langsung ke pasar-pasar rakyat. Ini dapat memberikan stimulus yang kuat agar harga mendekati kestabilan," ucapnya. 

Pihaknya juga melakukan stabilisasi harga lewat gelaran operasi pasar gula murah dengan menggandeng PT Baru Madu Jogjakarta di 11 pasar tradisional di Kota Bandung dari 4-9 Mei 2021. 

Operasi pasar ini berhasil menekan bahkan menurunkan harga gula di pasar 0,5-0,7 persen.

Konsumsi gula pasir menjelang hari raya Idulfitri yang tinggi, katanya, mengakibatkan harga meninggi yaitu rata-rata Rp 13.700 per kilogram.

"Upaya Pemerintah Provinsi Jawa untuk stabilisasi harga gula pasir sesuai harga eceran tertinggi (HET), yaitu sebesar Rp 12.500," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved