Breaking News:

VIDEO Heboh Dua Gadis Cantik Ini Protes Tertahan di Pos Penyekatan Larangan Mudik Cek Point Gamon

Dua gadis cantik ini geram, ngoceh-ngoceh karena tertahan di posko cek point Gamon Patokbeusi Kabupaten Subang.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: yudix
Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana
 
TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Dua gadis cantik ini geram, ngoceh-ngoceh karena tertahan di posko cek point Gamon Patokbeusi Kabupaten Subang.
 
Dwi Ayu (22) dan Fitri Fumi (24) pemudik asal Karawang tujuan Purworejo Jawa Tengah, keduanya bersama tertahan bersama ribuan pemudik lain karena dilarang melintas di posko cek point Gamon, Patokbeusi Kabupaten Subang, Selasa dini hari (11/5/2021).
 
Dituturkan Ayu ia tinggal dan bekerja di Telukjambe Karawang, hendak melakukan perjalanan mudik ke Purworejo Jawa tengah bersama rekan kerja yang merupakan tetangga satu kampung di Jawa Tengah.
"Aku mau pulang udah kangen banget karena tahun kemaren aku gak pulang," ujar Ayu kepada Tribun, Selasa dini hari (11/5/2021).
 
Ayu mengumpat, jika orang Cina saja bisa datang ke Indonesia tetapi dirinya yang merupakan warga Indonesia tidak bisa mudik ke rumah sendiri.
 
"Kita pulang ke daerah sesama Indonesia masa gak bisa sih," imbuhnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Fitri yang hendak mudik bersama Ayu menyesalkan kebijakan larangan mudik tersebut.
 
"Tolonglah kasih solusi yang bisa memecahkan masalah, jangan bikin tambah masalah seperti ini," kata dia.
 
Fitri beralasan bahwa larangan mudik tersebut dinilai tidak tepat, "Kenapa kita mudik gak boleh sedangkan tempat hiburan dibuka, tempat wisata dibuka, coba kalau tidak ada larangan gak bakalan menimbulkan kerumunan seperti ini," paparnya.
 
Seperti diketahui, penumpukan kendaraan pemudik roda dua terjadi di pos cek point penyekatan Gamon Patokbeusi Kabupaten Subang, dari pukul 21.00 WIB Senin (10/5/2021) hingga kini antrian kendaraan masih terlihat.
Lantas Ayu berharap kebijakan larangan mudik ini bisa ditiadakan, "Harusnya pemerintah membolehkan mudik tapi dengan protokol kesehatan, kenapa gak digituin. Kenapa hanya tempat-tempat wisata yang boleh dibuka," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved