Breaking News:

Tes Acak Pemudik, 15 Pemudik Positif Covid-19, Ridwan Kamil; Apa yang Dikhawatirkan Bisa Terjadi

Gubernur Jawa Barat menyebut apa yang dikhawartirkan bisa terjadi karena dari hasil tes Covid-19 secara acak terdapat 15 pemudik positif.

Gubernur Jawa Barat pantau pos penyekatan - Selama penyekatan berlangsung di 158 titik, petugas gabungan melakukan tes COVID-19 secara acak dan terdapat 15 pemudik yang positif Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaporkan, sebanyak 60 ribu kendaraan diputarbalikkan sejak penyekatan beroperasi pada 6 Mei 2021.

Sedangkan jumlah kendaraan yang diperiksa di 158 titik penyekatan di Jabar mencapai 130 ribu kendaraan.

"Yang sudah diputarbalikkan kurang lebih 60 ribuan dari 130 ribuan kendaraan yang kita periksa," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, usai meninjau posko penyekatan mudik CIleunyi, Kabupaten Bandung, Senin (10/5/2021).

Kang Emil memastikan, pemudik yang lolos penyekatan akan diperiksa oleh petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang sudah siaga di desa-desa. Per 8 Mei 2021, tercatat ada 3.413 unit ruang karantina di desa-desa Jabar, dan 584 unit ruang karantina di kelurahan di Jabar. Ruang karantina itu akan digunakan untuk pemudik yang lolos dari penyekatan.

Baca juga: Pantau Pos Penyekatan Larangan Mudik di Padalarang, Ridwan Kamil Sebut 7 Persen Warga Nekat Mudik

"Bahkan laporan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa sudah ada yang dikarantina," ucapnya.

Selama penyekatan berlangsung di 158 titik, petugas gabungan melakukan tes COVID-19 secara acak.

Hasilnya, ada 15 orang yang berniat mudik terkonfirmasi positif COVID-19.

Menurut Kang Emil, hal itu menunjukkan bahwa kejadian yang dikhawatirkan betul-betul bisa terjadi apabila warga mudik saat pandemi.

"Ini menunjukkan bahwa teori kita betul. Kalau dilepas begitu saja ada yang terpapar dan nanti kasian orang tua yang didatangi oleh mereka akan terpapar juga dan risikonya tinggi," ucapnya.

Baca juga: 4 Gadis Cantik Nangis, Kedapatan Bawa Hasil Tes Covid-19 Palsu, Nekat Mudik, Ngaku Kangen Orangtua

"Saya ingatkan lagi bahwa mudik itu baik, mulia, bertemu orang tua untuk mencari ridho surga, tapi dalam waktu yang bersamaan ada potensi kebahayaan. Jadi kalau ada mudik dan COVID-19, maka (urusan) COVID-19 dulu yang dibereskan baru bisa mudik," imbuhnya.

Dalam peninjauan posko penyekatan mudik di Cileunyi, Kang Emil turut menyemangati petugas yang tak henti bertugas siang malam.

Selain memberikan dukungan moril dan logistik, ia juga mendoakan para petugas yang terus bertugas dalam bela negara.

"Kami dukung lahir batin, moril dan logistik serta doa mudah-mudahan mereka yang berkorban ini, Allah balas atas bela negaranya," katanya.

Selain di posko penyekatan Cileunyi, Kang Emil bersama Kapolda Jabar, Pangdam III Siliwangi dan Ketua DPRD Jabar juga meninjau posko penyekatan mudik Padalarang, Bandung Barat.

Di posko tersebut Kang Emil sempat berbincang dan memberikan penjelasan kepada salah seorang pengendara sepeda motor yang diduga akan mudik ke Jawa Tengah.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved