Breaking News:

Warga yang Ingin Mudik Lokal di Daerah Ini Cukup Bawa Surat Keterangan Dari Desa Atau Kelurahan

Warga yang mudik lokal di wilayah ini cukup membawa surat keterangan dari desa maupun kelurahan masing-masing.

Istimewa
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar memeriksa kendaraan pribadi, termasuk soal kelengkapan dokumen-dokumen perjalanan pengendara, di tengah larangan mudik menjelang Idulfitri. 

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Seluruh kepada daerah di Ciayumajakuning sepakat memperbolehkan warganya mudik lokal. Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, keputusan itu telah disepakati bersama Bupati Indramayu, Nina Agustina, Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Bupati Kuningan, Acep Purnama, Bupati, dan Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, yang diwakili Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi.

Namun, menurut dia, diperbolehkannya mudik lokal tersebut khusus untuk wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

"Jadi, kami sepakat untuk menerapkan aglomerasi lokal di Ciayumajakuning," kata Imron Rosyadi saat ditemui di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Ciayumajakuning Bukan Wilayah Aglomerasi, Larangan Mudik Lokal Berlaku, Penjagaan Diperketat

Ia mengatakan, wilayah Ciayumajakuning yang tidak masuk kawasan aglomerasi berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 13 Tahun 2021.

Karenanya, masyarakat Kabupaten Cirebon yang bekerja di Kota Cirebon harus menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 kepada petugas posko penyekatan di perbatasan wilayah.

Hal tersebut dikeluhkan masyarakat karena surat keterangan itu hanya berlaku satu hari sehingga para kepala daerah berupaya mencarikan solusi.

"Dari hasil kesepakatan ini, masyarakat yang bekerja cukup menunjukkan identitas dan surat keterangan dari perusahaan," ujar Imron Rosyadi.

Baca juga: Wilayah Lain Dilarang, 5 Kepala Derah di Jabar Ini Sepakat Perbolehkan Masyarakat Mudik Lokal

Sementara bagi warga yang mudik lokal cukup membawa surat keterangan dari desa maupun kelurahan masing-masing.

Imron menyampaikan, kebijakan tersebut sebagai bentuk toleransi kepada warga di Ciayumajakuning.

Sebab, Ciayumajakuning saling terhubung dalam kesatuan wilayah sehingga pergerakan masyarakatnya tidak perlu dibatasi.

Selain itu, setiap daerah di Ciayumajakuning saling menopang, khususnya di sektor ekonomi, wisata, dan lainnya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved