Breaking News:

Sopir Ini Bawa-bawa Titel Bosnya yang Juga Aparat untuk Lolos di Pos Penyekatan, Petugas Keukeuh

Seorang sopir yang mengangkut bahan aspal protes tidak mau diberhentikan di posko penyekatan larangan mudik Grafika Lembang.

Tribun Jabar/Wildan Noviansah
Petugas sedang memeriksa kendaran dan memberikan arahan kepala sopir angkut bahan aspal yang ngotot melintasi Posko Penyekatan Grafika Lembang, Jumat (7/5/2021).  

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Wildan Noviansah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Seorang sopir yang mengangkut bahan aspal protes tidak mau diberhentikan di posko penyekatan larangan mudik Grafika Lembang, Jumat (7/5/2021).

Pantauan di lapangan, kendaran bak terbuka dengan nomor polisi F 8435 YG tersebut melintas dari arah Subang menuju Lembang.

Muhammad Shadiqin yang merupakan sopir kendaran tersebut mengatakan, sudah biasa keluar-masuk Subang-Lembang.

"Saya bingung kenapa diberhentikan, orang saya di sini kerja dan sudah biasa keluar-masuk jalur sini," katanya saat ditemui di posko, Jumat (7/5/2021).

Shadiqin mengetahui terkait larangan mudik. Namun, dia diperintahkan atasannya untuk mengantarkan bahan aspal tersebut. 

Shadiqin juga membawa titel atasannya yang disebutnya merupakan seorang aparat untuk bisa lolos dari penjagaan petugas. 

"Bukan apa-apa, atasan saya juga seorang aparat dan saya diperintahkan beliau," kata dia.

Baca juga: 22 Ribu Kendaraan Terpaksa Balik Arah, Gagal Lewati 158 Titik Penyekatan di Jabar dalam Dua Hari

Kendati demikian, petugas tetap memberhentikan Shadiqin karena nomor polisi kendaran dan juga kartu identitasnya yang berasal dari Kota Ciamis. 

Kepala Pos Penyekatan Grafika Lembang, AKP Asep Ratman, mengatakan, meskipun alasan pekerjaan, kendaran Shadiqin tetap disarankan untuk berputar arah karena tidak ada surat tugas dari instansi perusahaan.

"Kita berhentikan karena nomor kendaran dari luar daerah, juga kartu identitasnya," ujarnya. 

Baca juga: Berbagai Usaha Pemudik Kelabui Petugas Titik Penyekatan Mudik 2021, Naik Truk Sayur hingga Ambulans

Asep menyebutkan, terlepas dari alasannya tersebut, petugas gabungan yang bertugas akan bertindak tegas dengan memaksa memutar arah kendaraan yang dilarang melintas dan tidak dilengkapi surat izin.

"Sesuai peraturan yang berlaku, meskipun sudah sering keluar-masuk jalur sini, tetapi karena beliau tidak memiliki surat tugas, kita terpaksa berhentikan dan putar balik kendaran," ucapnya. (*)

Penulis: Wildan Noviansah
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved