Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Ini Cara Agar Bisa Mudik dengan Bus saat Larangan Mudik, Syaratnya Juga Gampang

Bus-bus berstiker khusus itu masih diperbolehkan beroperasi pada masa larangan mudik yang dimulai Kamis (6/5) ini hingga Senin (17/4).

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Polisi saat turun dari bus antar kota antar provinsi (AKAP) di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (8/10/2020). Bus-bus berstiker khusus masih diperbolehkan beroperasi pada masa larangan mudik yang dimulai Kamis (6/5) ini hingga Senin (17/4). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kementerian Perhubungan  memberikan stiker khusus untuk bus-bus nonmudik.

Bus-bus berstiker khusus itu masih diperbolehkan beroperasi pada masa larangan mudik yang dimulai Kamis (6/5) ini hingga Senin (17/4).

Penumpang yang menaiki bus dengan stiker khusus ini harus memenuhi sejumlah syarat. Salah satunya adalah menyertakan hasil rapid tes antigen dan PCR negatif.

Syarat lainnya, membawa surat izin kedinasan, surat pengantar dari lingkungan (RT/RW), dan wajib mengisi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyambut baik adanya stiker khusus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini.

Sekretaris Jenderal Organda, Ateng Aryono, mengatakan stiker khusus ini menjadi langkah yang solutif dan terukur dalam penyelenggaraan transportasi di masa pandemi Covid-19.

Stiker khusus ini, tegas Ateng, tidak digunakan oleh para perusahaan otobus (PO) untuk mengangkut pemudik pada periode larangan mudik.

"Stiker ini untuk mengakomodasi masyarakat yang memiliki kepentingan khusus, dan dikecualikan dalam aturan larangan mudik dengan persyaratan yang ditetapkan," ucap Ateng.

Terkait stiker khusus ini, lanjut Ateng, pemerintah menentukan kuota bagi PO bus yang berhak mendapatkannya dan cara mengajukannya pun secara online serta gratis.

Stiker ini juga untuk memudahkan monitoring petugas di lapangan dalam mengendalikan transportasi saat larangan mudik berlangsung.

PO Haryanto menjadi salah satu perusahaan transportasi yang ikut mengajukan permohonan stiker khusus agar tetap bisa beroperasi saat penyekatan mudik.

Dengan stiker itu, PO Haryanto resmi terdaftar sebagai angkutan Antar Kota Antar Provinsi yang mendapat izin khusus untuk mengangkut penumpang non mudik.

"Kami dapat jatah 20 Persen dari total armada bus yang tersedia," kata Direktur Operasional PO Haryanto, Rian Mahendra.

Rute yang dilayani PO Haryanto adalah Pulau Jawa. "Sesuai SK trayek yang kami miliki," ujarnya. (tribun network/har/wly)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved