Breaking News:

Zona Hijau Cianjur Selatan Jebol oleh Covid-19, Satgas Dapat Data ada Warga Jakarta yang Berkunjung

Selama ini kawasan Cianjur selatan terkenal dengan zona hijau yang selalu terlindungi oleh topografi yang berbukit dan berlembah.

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Selama ini kawasan Cianjur selatan terkenal dengan zona hijau yang selalu terlindungi oleh topografi yang berbukit dan berlembah. Namun benteng pertahanan kini jebol dengan ditemukannya 53 warga yang positif di Kecamatan Cibinong. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, mencoba menguak dan menyelidiki kenapa virus Covid-19 sampai ke pelosok selatan Cianjur dan menjangkiti 53 warga yang didominasi ibu-ibu pengajian.

Selama ini kawasan Cianjur selatan terkenal dengan zona hijau yang selalu terlindungi oleh topografi yang berbukit dan berlembah.

Namun benteng pertahanan kini jebol dengan ditemukannya 53 warga yang positif Covid-19 di Kecamatan Cibinong.

Yusman melakukan penelusuran keterangan dari Satgas Covid-19 Kecamatan Cibinong dan Puskesmas Cibinong.

Rabu (5/5/2021) pagi, Yusman mendapat dua dugaan sementara dari hasil penelusurannya.

Pertama ia mendapat keterangan jika warga Kampung Cangkuang, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, Cianjur, melakukan papajar keluar daerah Cibinong.

Seperti diketahui bahwa papajar adalah budaya warga Cianjur sebelum puasa. Biasanya anggota keluarga pergi ke suatu tempat, pada umumnya tempat wisata, untuk makan bersama.

Baca juga: Warga di Wilayah Zona Merah dan Zona Oranye Wajib Salat Ied di Rumah Masing-masing

Namun dugaan pertama ini juga masih perlu penelusuran lebih lanjut karena penetrasi virus ke dalam tubuh bisa terjadi di mana saja.

"Saya mendapat kabar bahwa sebelum puasa warga mengadakan papajar keluar dari Kampung Cangkuang," ujar Yusman pagi ini.

Selain mendapat fakta adanya warga yang menggelar papajar sebelum puasa, pihaknya juga mendapat data lain yakni ada anggota keluarga dari Jakarta yang berkunjung ke Kampung Cangkuang.

Dua fakta tersebut menjadi bahan riwayat keluarga yang pertama kali mengeluh batuk dan demam. Meski baru dugaan, namun setidaknya Satgas mulai menemukan titik terang kenapa virus covid-19 bisa sampai ke pelosok selatan Cianjur.

"Iya saya mendapat keterangan bahwa ada anggota keluarganya dari Jakarta berkunjung ke Cangkuang," katanya.

Baca juga: Headline Tribun Jabar Hari Ini, Ibu-ibu Pengajian Terpapar Covid-19, Seorang Dibawa ke Rumah Sakit

Kendati demikian, menurut Yusman, dugaan tersebut perlu penelusuran lebih lanjut karena warga di Cangkuang banyak yang bergejala dalam waktu yang sama.

"Sejauh ini sulit mengetahui sumber awalnya karena terlalu banyak yang bergejala secara bersamaan," katanya

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved