Belanja Pakaian Lebaran via Online, Ekonomi Tumbuh, Enggak Berkerumun dan Minim Risiko Tertular
Menjelang Lebaran 2021, warga ramai-ramai menggunakan uang tunjangan hari raya (THR) untuk belanja barang yang diinginkan.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjelang Lebaran 2021, warga ramai-ramai menggunakan uang tunjangan hari raya (THR) untuk belanja barang yang diinginkan. Umumnya, barang yang dibeli adalah pakaian dan dan makanan.
Pusat perbelanjaan di Kota Bandung ramai dikunjungi warga yang hendak belanja.
Padahal, hukumnya, di masa pandemi, orang enggak boleh berkerumun.
Namun yang terjadi, antrean masuk mal terjadi. Warga berjubel.
"Artinya ekonomi tumbuh tapi sifatnya jangka pendek karena ada potensi sakit (penambahan kasus Covid-19) yang tidak terduga. Jadi bagi saya, tidak ada pemilihan ekonomi tanpa ada penanganan Covid-19," ucap pengamat ekonomi, Acuviarta Kurtubi, saat dihubungi via ponselnya, Selasa (4/5/2021).
Kalaupun saat ini ada aktivitas perekonomian yang meningkat, itu sebatas pelonggaran bagi pelaku usaha.
"Supaya mendorong konsumsi karena saat ini ada THR dan lain sebagainya tapi sifatnya jangka pendek karena ini berpotensi meningkatkan lonjakan kasus," ucap Acuviarta.
Baca juga: Ramainya Orang Belanja Aksesori Pelengkap Baju di Kawasan Tekstil Cigondewah Menjelang Lebaran
Menggeliatnya aktiiitas ekonomi memang jadi hal positif. Namun tetap saja ada kekhawatiran ada lonjakan kasus karena kerumunan warga yang berbelanja sekalipun menggunakan masker.
"Semoga saja aktivitas ekonominya tumbuh dan enggak ada lonjakan kasus karena orang belanja. Caranya, warga dan sektor usaha disiplin protokol kesehatan," ucap Acuviarta.
Dia menggambarkan pengaruh aktivitas jual-beli masyarakat terhadap roda perekonomian.
Di Jabar, kinerja konsumsi rumah tangga porsinya lebih dari 50 persen.
Artinya, ketika warga menggunakan uangnya untuk belanja, apalagi jelang Lebaran. itu berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar.
Sebenarnya ada cara paling minim risiko ketika ada keinginan ekonomi tumbuh tanpa harus ada potensi kenaikan kasus Covid-19.
Satu di antaranya dengan berbelanja kebutuhan lebaran secara online, memanfaatkan situs jual-beli online.
"Ya, minim risiko, konsumsi terjaga, risiko kecil tertular," ucap dia.
Baca juga: Banyak yang Belanja Pakaian di Mall, Beberapa Pengunjung Pulang karena Takut Kerumunan
Acuviarta menggambarkan soal pertumbuhan jual-beli online yang tinggi dan transaksi perbankan juga tinggi, berikut dengan meningkatnya pengiriman barang.
Aktivitas belanja online saat THR cair dialami karyawati bank, Desi Susilawati (34), warga Antapani.
Dia sudah mendapatkan THR pada pekan lalu.
Dia ingin menggunakannya antara lain belanja pakaian untuk orang tua. Namun, dia tidak nekat belanja ke mal.
"Di mal pasti kerumunan, mana di ruang tertutup. Makanya sejak beberapa hari terakhir ini saya belanja terus di situs online supaya lebih aman," ucap Desi, via ponselnya.
Dia berbagi bocoran soal duit yang dia belanjakan untuk keperluan dia, suami, dan anaknya.
"Jutaan ada lah, sudah dapat banyak. Karena belanja di online juga kan banyak diskon,"ucap dia.
Hal senada dikatakan Iman Hidayat (35), karyawan perusahaan pembiayaan.
Dia sudah dapat THR dan belanjakan uangnya di toko online.
"Di mal-mal memang banyak diskon, tapi belanja di situs online juga banyak diskon. Sama-sama murah," ucap Iman, via ponselnya.
Dia memilih belanja online karena tidak harus berkerumun apalagi di tengah pandemi.
Belum lagi, belanja offline harus berjibaku dengan kemacetan.
"Macet sama berkerumun, malas, Kang. Belanja online saja lebih minim risiko," katanya. (*)