Breaking News:

Mudik Lebaran Dilarang

Polisi Putar Balik Warga Urban yang Maksa Mudik, Ada yang Sembunyi di Bak Truk

Tidak sedikit warga urban nekat melakukan mudik tanpa melengkapi surat keterangan kesehatan semacam hasil tes swab, tes rapid antigen, atau g-nose.

Istimewa
Petugas berjaga di check point di Tugu Ikan Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, Minggu (2/5/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Larangan mudik yang di lakukan pemerintah jelas sebagai upaya pencegahan terhadap paparan kasus Covid-19 di daerah.

Namun tidak sedikit warga urban nekat melakukan mudik tanpa melengkapi surat keterangan kesehatan semacam hasil tes swab, tes rapid antigen, atau g-nose sekalipun.

Ipda Sunardi sekaligus sebagai Padal Check Point di Tugu Ikan di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, mengatakan, adanya larangan mudik membuat banyak orang mencoba berbagai cara untuk mengelabui petugas agar bisa kembali ke kampung halamannya.

Baca juga: Mau Mudik ke Sumedang? Pikir-pikir Lagi, Ada 12 Pos Penyekatan, Dijaga dari Ujung ke Ujung

Baca juga: Jeritan Sopir Travel Indramayu Soal Larangan Mudik, Ekonomi Anjlok, Takut Anak Istri Mati Kelaparan

"Ada enam orang pemudik asal Jakarta yang akan kembali ke daerah Cibingbin, Kuningan. Mereka bersembunyi di belakang truk yang ditutupi terpal. Kami perintahkan balik arah," ungkap Sunardi kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).

Usaha menggagalkan pemudik nekat, kata Sunardi, berawal dari kecurigaan petugas terhadap truk bernomor polisi E 8965 YW berwarna kuning itu.

Kemudian masih di tempat sama saat diperiksa truk itu rupanya mengangkut pemudik asal Jakarta.

"Iya, ada kendaraan truk yang mengangkut enam orang pemudik. Pemudik ini mengelabui petugas dengan sembunyi di belakang truk yang ditutup terpal, biar dikiranya bawa barang," kata Sunardi.

Alasan petugas menitah balik arah terhadap pengemudi tadi, kata Sunardi, setelah dilakukan pemeriksaan dalam kendaraan pemudik yang menumpang di truk tersebut tidak bisa menunjukkan surat hasil antigen maupun prokes Covid-19 lainnya.

"Petugas pun akhirnya terpaksa memutarbalikkan truk untuk kembali ke Jakarta. Pemudik ini mau pulang ke Cibingbin, pas diperiksa tidak bisa menunjukkan surat hasil antigen. Jadi kami putar balik kembali ke Jakarta," katanya.

Menurut Sunardi, kendaraan berpelat nomor luar daerah yang melintas di pos check point Tugu Ikan Sampora mulai mengalami peningkatan.

Sejak pagi hingga sore ini saja petugas telah memeriksa puluhan kendaraan.

"Ada sedikit peningkatan. Sewaktu pagi yang diperiksa di check point Tugu Ikan Sampora ada 24 unit roda empat, 12 unit roda enam, dan 47 unit kendaraan roda dua," ujar Sunardi. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved