VIRAL VIDEO Bocah Dianiaya di Pinggir Jalan, Ternyata Disuruh Mengemis, Dipukul Kalau Setoran Kurang

Polisi yang melihat keberadaan perempuan tersebut langsung mengamankan dan memisahkannya dari bocah perempuan yang dianiayanya.

Editor: Ravianto
VIRAL VIDEO Bocah Dianiaya di Pinggir Jalan, Ternyata Disuruh Mengemis, Dipukul Kalau Setoran Kurang
istimewa
Suryani, nenek yang diduga aniaya cucunya untuk mengemis

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Usai viral video seorang perempuan menganiaya bocah di di pinggir jalan di Palembang, petugas kepolisian dari jajaran Polrestabes Palembang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi yang melihat keberadaan perempuan tersebut langsung mengamankan dan memisahkannya dari bocah perempuan yang dianiayanya.

Namun perempuan tersebut berontak dan tidak mau melepaskan diri dari sang bocah yang diklaim sebagai cucunya tersebut.

Perempuan ini bahkan teriak-teriak minta ampun kepada petugas yang sigap menggendong sang bocah.

Dikutip dari Tribunnews, seorang wanita dewasa yang memaksa cucunya mengemis di simpang lampu merah Charita, Palembang histeris saat ditangkap oleh pihak kepolisian Polrestabes Palembang, Rabu (28/4/2021).

Wanita bernama Suryani (46) tersebut berkali-kali meminta ampun ketika akan dibawa ke mobil polisi.

Suryani yang kala itu memeluk cucunya berinisial TK, enggan melepaskan pelukan tersebut.

Pihak Polrestabes Palembang langsung membekuk Suryani seusai mendapatkan video yang menampilkan bocah dianiaya di pinggir jalan.

Suryani yang kala itu duduk di trotoar berteriak-teriak histeris saat hendak dibawa oleh seorang polisi perempuan.

Sambil menangis, pelaku kala itu memegang dan memeluk erat cucunya.

Baca juga: Antisipasi Pengemis dan Manusia Gerobak saat Puasa, Ini Yang Bakal Dilakukan Satpol PP Purwakarta

Suryani juga berulang kali berteriak meminta ampun kepada polisi.

Pelukan keduanya juga tampak erat hingga pihak kepolisian kesulitan memisahkannya.

Namun beberapa saat kemudian, pelaku akhirnya bersedia melepaskan pelukannya ke korban.

Korban digendong oleh seorang anggota kepolisian sambil menangis.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved