Selasa, 12 Mei 2026

Sungai Dibendung, Warga Tenjolaya Kabupaten Bandung Protes, Dinas LH Perintahkan Bongkar

Warga Kampung Nyampai, RW 24, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, protes karena sungai ditutup.

Tayang:
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Sungai yang ada Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, dibendung sehingga warga kesulitan air. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Nyampai, RW 24, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, protes karena sungai yang airnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari ditutup.

Penutupan tersebut dilakukan oleh pengelola kebun organik yang berada di atas permukiman.

Kebun organik itu saat ini dalam proses pembangunan.

Dalam pembangunan kebun organik menggunakan alat berat untuk menata lahan. Terlihat terdapat empat alat berat di sekitar perkebunan tersebut.

Menurut informasi, lahan yang dimiliki perkebunan organik terdapat 20 hektare dan yang digunakan hanya 10 hektare.

Yang dipermasalahkan warga, yakni sungai yang ditutupi tanah dan batu.

Airnya dialirkan menggunakan pipa.

Penutupan sungai yang kedua berada di atasnya, terlihat seperti bendungan, dengan menggunakan batu dan karung berisi tanah.

Namun bendungan tersebut terlihat sudah dibongkar karena ada aksi protes dari warga.

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Temukan Cinta Baru Setelah Ceraikan Mellya, Ternyata Dijodohkan, Menikah Sore Tadi

Baca juga: Link Live Streaming Liga Champions Dini Hari Nanti, Menunggu Gol-gol Penting Kylian Mbappe

Seorang warga, Didin (48), mengungkapkan, ia dan warga lainnya protes kepada pengelola perkebunan organik yang ada di daerahnya karena menutup aliran sungai.

"Warga protes airnya ditutup, ini yang keduakalinya," unar Didin di dekat sungai yang dibendung, Rabu (28/4/2021).

Didin mengatakan, aliran sungai yang ditutup pertama di bawah.

Kasus itu sudah beres setelah dibuatsurat pernyataan dari pihak pengelola, polsek, desa, dan tokoh.

"Jadi ini kedua kali, langsung warga protes lagi. Air aliran sungai ini digunakan, misal, untuk ke kebun, nyuci, masak sehari-hari kalau sedang bersih. Sudah satu minggu ini," kata Didin.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved