Breaking News:

Siap-siap Sanksi Ringan hingga Berat Menanti ASN di Sumedang yang Nekat Mudik pada Lebaran Tahun Ini

ASN di Sumedang dipastikan akan mendapatkan sanksi jika mereka kedapatan melakukan mudik pada lebaran tahun ini.

tribun-medan.com
Ilustrasi ASN 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang dipastikan akan mendapatkan sanksi jika mereka kedapatan melakukan mudik lebaran tahun ini.

Hal itu menyusul adanya larangan mudik lebaran dari pemerintah pusat yang berlaku mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang, sehingga ASN di Sumedang harus mengikuti semua aturan dari pemerintah pusat tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman mengatakan, sanksi tersebut akan diberikan sesuai mekanisme yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

"Semua ASN harus mengikuti aturan, karena jika tidak mengikuti artinya mereka melanggar dan akan dikenakan sanksi disiplin," ujarnya saat ditemui di Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Sumedang, Rabu (28/4/2021).

Herman mengatakan, sanksi terhadap ASN yang melaksanakan mudik lebaran tersebut, yakni sanksi ringan, sedang, dan berat, sehingga sanksi itu akan dikenakan sesuai dengan kesalahannya.

"Tergantung nanti kasusnya seperti apa, kalau nanti tim menyimpulkan pelanggaran ringan, nanti bisa ditegur secara lisan dan tertulis," kata Herman.

Untuk sanksi sedang, kata Herman, yakni penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat satu tahun, dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun.

Baca juga: Viral di Medsos, Video Penampakan Awan Berbentuk Kapal Selam di Bali, Ini Penjelasan BMKG

Semenatara untuk sanksi berat, yakni penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan jabatan atau non job.

"Selain itu ada pemberhentian dengan hormat, tidak atas permintaan sendiri dan yang terakhir pemberhentian dengan tidak hormat," ucapnya.

Larangan mudik ini, kata Herman, berlaku bagi ASN yang rumahnya berada di luar daerah Bandung Raya demi mencegah penyebaran virus corona di Kabupaten Sumedang.

"Contohnya kalau ASN yang rumahnya di Bandung dan sekitarnya masih boleh, karena mereka rumahnya disana (pulang pergi), kalau seperti itu ya silakan. Untuk yang gak boleh itu, misalnya yang tinggal di Sumedang, lalu mudik ke Cirebon," ujar Herman.

Baca juga: Kronologi YS Warga Bandung yang Ditemukan Meninggal Dunia di Garut, Ditemukan Alat Bantu Napas

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved