Persib Bandung
Robert Alberts Sebut Pemain Persib Bandung tidak Hanya Kelelahan, tapi Seperti Ini
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, buka-bukaan soal kondisi para pemain setelah menjalani turnamen Piala Menpora 2021.
Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Hermawan Aksan
Robert Alberts mengatakan, bermain di Piala Menpora 2021 merupakan bentuk pengorbanan para pemain agar izin Liga 1 bisa dikeluarkan oleh pihak kepolisian.
"Kalian harus berpikir seperti ini, kami tidak pernah meminta untuk turnamen ini," ujar Robert di Hotel Crowne Plaza, Senin (25/4/2021).
"Kami terpaksa untuk bermain di turnamen dan kami mengorbankan diri kami untuk bermain di turnamen ini dalam hal untuk mendapat izin liga."
"Dan suporter juga berkontribusi untuk tidak datang ke stadion, semuanya harus terpisah."
Di samping itu, Robert berterima kasih kepada pihak penyelenggara karena sudah menjalankan Piala Menpora dengan cukup baik.
Para suporter pun, kata Robert, sudah mengikuti aturan untuk tidak datang langsung ke stadion mendukung kesebelasan tercintanya bertanding.

Dia berharap, izin Liga 1 yang sudah dinantikan sejak tahun lalu bisa segera keluar sehingga Persib bisa langsung mempersiapkan diri.
"Dan berterima kasih kepada panitia karena sudah mengorganisir turnamen untuk memberikan kesempatan pada pihak kepolisian protokol kesehatan yang berlaku, melihat klub secara profesional mengikuti aturan dan suporter mendukung dengan tidak datang ke stadion," katanya.
Robert Alberts juga mengaku bisa menerima hasil akhir final Piala Menpora.
Namun, Robert Alberts menegaskan, prioritas utama Persib bukan di turnamen pramusim.
Menurutnya, Maung Bandung berniat mengukir prestasi di Liga 1 2021.
"Saya masih teguh atas apa yang saya katakan di awal, turnamen ini bukan soal siapa yang menang."
"Sebanyak 18 tim Liga 1 adalah pemenangnya, termasuk Persipura, juga semua tim Liga 2 jika semua mendapat izin bermain di Liga," ucap Robert Alberts di laman resmi klub.
Khusus soal pertandingan leg kedua final melawan Persija, Robert mengaku pertandingan tersebut terasa sulit.
Tidak hanya karena untuk mengejar defisit dua gol, tapi juga setelah kartu merah Bayu Fiqri.