Sabtu, 25 April 2026

Kapal Selam Indonesia Tinggal 4, Satu Seumuran KRI Nanggala dan 3 Buatan Korea

Menurut Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, saat ini kapal selam milik TNI AL tersisa 4 armada.

Editor: Ravianto
puspen tni
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., pada saat meresmikan KRI Alugoro-405 dan mengukuhkan Letkol Laut (P) Ahmad Noer Taufik, S.T., M.Tr. Hanla, M.M. menjabat sebagai Komandan KRI pertama, bertempat di Fasilitas Pelabuhan (Faslabuh) TNI AL Selat Lampa, Ranai Kepulauan Riau, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Bali pada Rabu (21/4) lalu membuat kekuatan tempur bawah laut Indonesia berkurang. Jumlah kapal selam milik TNI Angkatan Laut (AL) kini bisa dihitung jari di satu tangan.

Menurut Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, saat ini kapal selam milik TNI AL tersisa 4 armada.

”Saat ini sisa empat kapal selam,” kata Heri dalam konferensi pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta, Selasa (27/4).

Dari empat kapal selam yang tersisa itu, satu di antaranya juga sudah berumur sama seperti KRI Nanggala-402. Sementara tiga lainnya berusia lebih muda.

"Kita saat ini tinggal sisa empat kapal selam, satunya itu sejenis Nanggala, namanya KRI Cakra, nomor lambungnya 401. Kemudian yang tiga lagi kapal baru, buatan Daewoo (Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering) buatan Korea," jelas Heri.

Heri menjelaskan kondisi KRI Cakra-401 saat ini sedang overhaul (perbaikan menyeluruh). Sedangkan tiga kapal selam buatan Korea, yakni Alugoro-405, Ardadedali-404, dan Nagapasa-403, dalam kondisi siap operasi.

”(KRI Cakra-401) sekarang sedang di-overhaul. Tiga kapal selam lainnya saat ini kondisinya siap untuk melaksanakan kegiatan operasi," terang Heri.

Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAL, Laksamana Muda TNI Muhammad Ali menuturkan tonase KRI Cakra-401 sama seperti KRI Nanggala-402, yakni sekitar 1.300.

Keduanya merupakan kapal selam tipe U-209.

"KRI Cakra usianya hampir sama dengan Nanggala, dia (tipe) 209, (tonase) 1.300. Sedangkan yang dari Korea Selatan ini tonasenya 1.400, itu bedanya sedikit," jelas Ali.

KRI Nanggala-402 hilang kontak pada pekan lalu saat hendak latihan menembak torpedo. Pada Sabtu (24/4), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengumumkan bahwa KRI Nanggala-402 mengalami subsunk.

Dipastikan 53 awak KRI Nanggala-402 gugur. Kapal selam buatan Jerman itu ditemukan di kedalaman 838 meter perairan utara Bali dan dalam kondisi terbelah tiga.

Terkait tenggelamnya KRI Nanggala 402, Ali mengatakan pihaknya akan melakukan audit dan investigasi. Pihaknya akan turut melibatkan para pakar dan ahli kapal selam.

"Kalau masalah di audit pastinya kita audit. Jadi kita akan investigasi semua. Tapi harus menghadirkan para pakar bukan para pengamat. Para ahli kapal selam dan ahli pembuat kapal selam," jelasnya.

Ali juga memastikan bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam bukan karena kelebihan muatan. Ia membantah peryataan sejumlah pengamat yang menyebut bahwa kapal selam itu hanya berkapasitas 33 orang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved