Breaking News:

5 Fakta Bocah 8 Tahun Meninggal Setelah Makan Sate Misterius, Kejanggalan Bumbu Terasa Pahit

Seorang bocah bernama Naba Faiz Prasetya (8) meninggal dunia setelah makan sate yang dibawa ayahnya dari orang misterius.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Widia Lestari
TribunJogja/Miftahul Huda
Budiman memperlihatkan foto anaknya yang meninggal setelah makan sate misterius, Senin (26/4/2021) 

TRIBUNJABAR.ID - Seorang bocah bernama Naba Faiz Prasetya (8) meninggal dunia setelah makan sate yang dibawa ayahnya dari orang misterius.

Warga Padukuhan Salakan, Kelurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Yogyakarta, itu sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong, Minggu (25/04/2021).

Polsek Sewon sedang menyelidiki kasus ini.

Berikut ini 5 fakta kasus bocah meninggal setelah makan sate yang dikutip dari TribunJogja, Selasa (27/4/2021) pukul 19.50 WIB.

Baca juga: Setelah Menangkap Munarman, Densus 88 Temukan Serbuk Putih Saat Geledah Bekas Markas FPI

1. Pesanan Offline

Berdasarkan keterangan polisi dan ayah korban, Bandiman (36), paket sate itu diberikan oleh seorang perempuan.

Bandi bekerja sebagai driver ojek online.

Saat itu, Bandiman sedang istirahat setelah menunaikan salat Ashar di salah satu masjid di Kota Yogyakarta.

Seorang perempuan tidak dikenal menghampirinya dan mengatakan butuh jasa Bandi.

Bandi dimintai tolong untuk mengantarkan sebuah paket sate bakar ke rumah seseorang bernama Pak Tomy.

Alamat Tomy yang akan dikirimkan paket itu berada di wilayah Kasihan, Kabupaten Bantul.

Polisi melakkan penyelidikan terkait kasus paket sate di Bantul
Polisi melakkan penyelidikan terkait kasus paket sate di Bantul (Dok. Polsek Sewon & ilustrasi sate/TribunJogja)

Pria yang telah memiliki istri dan anak itu sempat menolak mengantar secara offline.

Ia meminta perepuan tersebut memesan melalui aplikasi.

Namun, perempuan yang meminta tolong itu mengaku tidak memiliki aplikasi pesan antar.

"Waktu saya siap-siap jalan, tiba-tiba ada perempuan menghampiri saya."

"Dia minta tolong antarkan paket ke daerah Kasihan ke pak Tomy.

"Saya bilang, pakai aplikasi saja. Terus mbaknya alasannya gak ada aplikasi Ojol," jelasnya.

2. Ditolak Penerima

Sore itu, Bandi bergegas menuju alamat rumah penerima.

Perempuan misterius itu melampirkan nomor telepon Tomy.

"Dia minta offline, ya saya antarkan ke penerima tersebut. Perempuan itu berpesan, pengirim atas nama pak Hamid," ungkap dia.

Singkat cerita, sesampainya di rumah tujuan penerima paket, Bandi lalu menelepon ke nomor kontak bernama Tomy yang diberikan oleh perempuan yang ia temui di masjid.

Telepon Bandi pun direspon oleh Tomy. Saat itu, Tomy sedang berada di luar kota.

Istri Tomy yang berada di rumah enggan menerima paket yang pengirimnya tidak jelas itu.

Apalagi ia tidak merasa memesan makanan.

Melalui telepon, Tomy berkomunikasi dengan Bandi.

"Saya tanya, lah ini paket sudah sampai alamatnya bener, nomornya bener kok ndak diterima. Terus bapaknya bilang, udah dibawa kamu saja pak, buat buka puasa," terang Bandiman.

Pelayat datang ke ruamh duka, Naba Faiz Prasetya
Pelayat datang ke ruamh duka, Naba Faiz Prasetya (TribunJogja/Miftahul Huda)

3. Anak dan Istri Makan Bumbu Sate

Paket sate itu dibawa Bandiman ke rumahnya. Istrinya, Titik Rini dan anaknya, Naba Faiz Prasetya menyantap sate tersebut.

Bandiman dan anak pertamanya juga makan dua tusuk sate ayam itu.

Namun, ia tidak memakan bumbunya.

Naba dan Titik memakan sate beserta bumbunya.

Makanan itu terasa aneh. Tak berselang lama, anak Badiman mengeluh rasa sate yang pahit.

4. Anak Meninggal, Istri Selamat

Anak Badiman mengalami muntah kemudian tidak sadarkan diri.

Sedangkan istrinya mengalami lemas.

"Dia lalu ke dapur dan sudah muntah-muntah. Istri juga muntah-muntah. Pas tak pastikan anak saya sudah tidak sadarkan diri," jelasnya.

Karena panik Bandi kemudian membawa putranya ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, NFP sudah tak tertolong lagi.

"Sudah meninggal pas perjalanan ke rumah sakit."

5. Polisi Periksa 4 Saksi

Jajaran Polsek Sewon untuk sementara waktu masih melakukan penyelidikan untuk memastikan bumbu sate yang dikonsumsi korban.

Makanan yang dikonsumsi Naba sudah dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta untuk diteliti kandungannya.

"Kami masih menunggu hasil laboratorium. Dugaan dari makanan, makanya kami menunggu hasil pemeriksaan makannya. Saat ini masih belum keluar (hasil laboratorium), mungkin tidak lama lagi," kata Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto, Selasa (27/04/2021).

Polsek Sewon tidak melakukan autopsi jenazah bocah 8 tahun itu. Hal itu karena pihak keluarga keberatan.

Sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, pihaknya melakukan pendalaman pemeriksaan.

Salah satunya dengan mengambil keterangan dari saksi-saksi.

Hingga saat ini sudah ada sekitar empat saksi yang diperiksa.

Saksi tersebut berasal dari keluarga korban dan juga dari penerima makanan yang asli (Tomy).

"Saksi sudah kami ambil keterangan, dari keluarga korban termasuk orangtua, kemudian penerima makanan itu.

Kan istrinya di rumah, kemarin ayah korban kan bertemu dengan istri Tomy dulu sebelum akhirnya dibawa pulang,"terangnya.

Polisi juga juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, termasuk di lokasi pertama Bandiman, ayah korban menerima pesanan offline.

"Kami sudah cek ke sana dengan INAFIS juga dengan puskemas. Kita cek apakah ada kemungkinan CCTV yang merekam, karena di sana banyak sekali pohon-pohon," tambahnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved