Senin, 13 April 2026

Gawat! Status Geopark di Sukabumi Dikabarkan Akan Dicabut UNESCO, Sekda Jawab Begini

Status Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikabarkan akan dicabut oleh UNESCO.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Penjabat Sekda Kabupaten Sukabumi Barnas Adjidin (tengah) saat meninjau lokasi Geyser Cisolok, Selasa (27/4/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Status Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikabarkan akan dicabut oleh UNESCO.

Penjabat Sekda Kabupaten Sukabumi Barnas Adjidin mengatakan, pihaknya masih melihat kemungkinan kabar tersebut.

Namun, menurutnya keputusan ada di tangan Bupati.

Baca juga: Anggaran Rp1 Miliar Pembangunan Gerbang Geopark Ciletuh Sukabumi Tak Cukup, Sempat Terhenti?

Baca juga: Ucapan Selamat Buka Puasa Ramadan yang Kreatif, Kirim ke Orang Terdekat Biar Beda dari yang Lain

"Kita masih melihat hal-hal itu, tapi yang jelas itu kewenangan Pak Bupati," ujarnya kepada wartawan saat meninjau lokasi Geyser Cisolok, Selasa (27/4/2021).

Namun, pihaknya tidak berharap pencabutan terjadi.

Kalaupun dicabut, Barnas mengatakan, jangan sampai merugikan pihak-pihak yang sudah bekerja.

"Tapi kita mengharapkan hal-hal yang baik ya kita dorong, apabila yang kurang ya kita evaluasi, sehingga ada wacana pembubaran ini tidak merugikan pihak-pihak yang memang sudah bekerja, dan kita ingin melihat apa yang suatu keputusan itu adalah yang terbaik," jelasnya.

Kendati demikian, Pemkab Sukabumi tengah melakukan validasi sejumlah tempat wisata yang masuk ke dalam CPUGG.

Salah satunya Geyser Cisolok atau pemandian air panas.

"Yang pertama apa yang kita lihat ini luar biasa, apalagi Geyser Cisolok yang katanya di dunia hanya ada dua, di sini dan di Brasil."

"Ini potensi wisata yang luar biasa karena memiliki keanehan."

"Yang bisa kita lihat menyembur lalu juga menimbulkan panas."

"Oleh karena itu pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten harus menjaga kelangsungan geyser ini," katanya.

"Karena geyser ini nanti bisa diwariskan kepada generasi penerus juga bisa menjadikan histori khususnya di Kabupaten Sukabumi yang punya nilai ekonomi tinggi."

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved