Persib Bandung
HARUSNYA Persib Bandung Bermain Lebih Menyerang, Kata Bobotoh
Pada leg 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, tempo hari, Persija juga unggul dengan skor menyakinkan, 2-0. Hasil ini membuat Persija berhak atas Piala M
TRIBUNJABAR.ID, SOLO - Bermain habis-habisan pada 20 menit terakhir babak kedua, Persib Bandung akhirnya harus mengakui keunggulan Persija Jakarta pada laga final leg kedua Piala Menpora 2021 di di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4).
Satu-satunya gol Persib dicetak Ferdinand Sinaga pada menit ke-83, msementara dua gol Persija diciptakan Osvaldo Haay pada menit ke-50 dan Riko Simanjuntak menit 90.
Bagi Persija, ini menjadi kemenangan kedua berturut-turut atas Persib di turnamen pramusim ini.
Pada leg 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, tempo hari, Persija juga unggul dengan skor menyakinkan, 2-0. Hasil ini membuat Persija berhak atas Piala Menpora.
Ketua umum Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber), Asep Abdul, berharap kekalahan atas Persija pada partai final Piala Menpora ini dijadikan pelajaran untuk mengfarungi Liga 1, 3 Juli nanti. Sebab di Liga 1 inilah, kata Asep, kompetisi sesungguhnya baru akan dimulai. Sehingga tak ada ruang untuk melakukan kesalahan.
"Memang pertandingan kali ini spektakuler. Persija juga terlihat bermain sangat serius. Saat ini segera lakukan evaluasi terutama dari segi mental. Kita balas nanti di Liga 1," ujar Asep Abdul melalui sambungan telepon, Minggu (25/4).
Asep mengatakan, Persib seharusnya bermain lebih menyerang pada pertandingan kemarin. Persib harus menyerang sejak awal karena membutuhkan minimal 2 gol untuk memaksakan pertandingan ke adu tendangan penalti. Hanya saja, lanjut Asep, Persib berada dalam tekanan usai Bayu M Fiqri menerima kartu merah di babak pertama. Ini membuat strategi yang sebenarnya sudah disiapkan sejak awal menjadi tidak berjalan baik karena kekurangan satu pemain.
"Harusnya memang bisa memaksimalkan di leg kedua. Karena ini bukan cuma pertandingan biasa. Tapi pertandingan harga diri," katanya.
Meski kecewa, kata Asep, para bobotoh akan tetap memberikan dukungan yang besar bagi Persib. Sebagai suporter, apapun akan dilakukan agar Persib bisa bangkit kembali dan meraih juara.
"Sebagai suporter jangan ditanyakan lagi, kami akan terus memberikan dukungan untuk Persib. Tapi pemain juga harus memberikan timbal balik. Mereka harus loyal dan memberikan prestasi untuk Persib," katanya.
Bermain Baik
Persib sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Wander Luiz dan kawan-kawan mencoba mengambil inisiatif serangan dengan memainkan penguasaan bola.
Namun rapatnya pertahanan Persija membuat Persib kesulitan untuk masuk ke kotak penalti. Alhasil, bola yang sudah berada di area permainan Persija kerap kali gagal menjadi peluang berbahaya.
Persija yang hanya membutuhkan hasil imbang justru sukses membuat beberapa peluang berbahaya. Bahkan dalam 20 menit awal, Persija sudah nyaris mencetak gol melalui tendangan Taufik Hidayat dan sundulan Riko Simanjuntak.
Petaka hadir bagi Persib pada menit ke-21 setelah Bayu M Fiqri yang menggantikan posisi Ardi Idrus di posisi bek kiri menerima kartu kuning kedua. Bayu diberi hukuman kartu kuning setelah melanggar Marco Motta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bayu-fikri-berduel-dengan-riko-simanjuntak.jpg)