Breaking News:

Gempa Bumi

Gempa Malang Picu Kerusakan, Padahal Skala Getaran Hanya 5 MMI, Ini Penjelasan Pakar Gempa

Gempa bumi di Malang belum lama ini tercatat memiliki skala getaran V (lima) MMI tapi picu kerusakan

surya.co.id/rifky edgar
ilustrasi- Warga di Pecinan Kota Malang panik saat gempa 6,7 SR melanda Kota Malang, Sabtu (10/4). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Belum lama ini Malang diguncang gempa bumi dengan magnitude 6,1. Gempa bumi DI Malang ini dapat dirasakan hingga Yogyakarta.

Lalu bagaimana bisa terjadi seperti itu?

Dikutip dari laman resmi ITB, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB hadir untuk berbagi cerita kepada masyarakat melalui serial podcast. Serial ini akan membahas mengenai ilmu dan teknologi kebumian di Indonesia. Episode pertama bertajuk “Diskusi Mengenai Gempa” dengan narasumber Dekan FITB Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.

Baca juga: Gempa Melanda Gunungkidul Yogyakarta Malam Ini, Pusat Lindu di Laut Dekat ke Darat, Ini Kata BMKG

Podcast yang diunggah di Youtube FITB ini, dibuka dengan bahasan mengenai gempa yang terjadi di Malang dan sekitarnya pada Sabtu (12/04/2021).

Gempa Magnitude 6,1 ini diakui dapat dirasakan bahkan sampai Yogyakarta. Dr. Irwan mengatakan bahwa hal tersebut mungkin dan dapat dijelaskan secara ilmiah.

“Gempa tersebut berkedalaman di 80 km sehingga luas area guncangan tentu lebih besar dibandingkan dengan gempa yang berpusat dangkal. Namun, hal yang masih menjadi pertanyaan adalah bagaimana gempa dengan intensitas kerusakaan 5 bisa begitu masif sampai bangunan publik seperti sekolah dan rumah sakit ikut terdampak,” ujarnya.

Baca juga: Siang Ini Gempa Melanda Malang Jatim, Pusat Lindu Ada di Laut Selatan, Ini Unggahan BMKG

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ia mengatakan, terdapat dua kemungkinan yaitu, intensitas gempa nyatanya lebih besar atau konstruksi bangunan di Indonesia belum cukup kuat untuk menghadapi gempa tersebut.

Ini masih perlu dicari tahu lebih lanjut.

Lalu, apakah gempa tersebut berpotensi tsunami?

Menurut Dr. Irwan, dengan menggunakan jaringan pengamatan seismik yang telah dimiliki, sebenarnya mudah untuk memperkirakan apakah gempa tersebut berpotensi memicu tsunami atau tidak.

Halaman
12
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved