Breaking News:

Penetrasi Ekonomi Kerakyatan, Program Agen Pos Mulai Sasar Pesantren di Daerah

Program Agen Pos di pesantren adalah salah satu jawaban mengurai kebutuhan pesantren di saat pandemi Covid-19 ini

Editor: bisnistribunjabar
Istimewa
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana meresmikan secara langsung Agen Pos Pesantren di Pondok Pesantren Asy Syifa Muhammadiyah Blimbingrejo, Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (23/4/2021). 

TRIBUNJABAR.ID BANDUNG - PT Pos Indonesia (Persero) terus menggencarkan penetrasi program Agen Pos di pesantren dengan menyasar sejumlah basis pesantren di daerah. Program ini sebagai komitmen Pos Indonesia mendorong terbentuknya ekonomi kerakyatan.

Terakhir, Pos Indonesia meresmikan secara langsung Agen Pos Pesantren di Pondok Pesantren Asy Syifa Muhammadiyah Blimbingrejo, Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (23/4/2021). Dalam waktu dekat, Pos Indonesia juga bakal meresmikan Agen Pos di salah satu pondok pesantren di Jawa Barat.

Sebelumnya, soft launching program Agen Pos di pesantren telah dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Islam, Jember, Jawa Timur, pada Jumat (16/4/2021). Hadir pada kesempatan itu Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi, Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana beserta pejabat PT Pos Indonesia lainnya.

Menurut Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana, Agen Pos di pesantren adalah salah atau program Pos Indonesia di Bulan Ramadhan. Program ini sebagai upaya mendukung pemerintah mewujudkan ekonomi kerakyatan berbasis syariah.

"Kami melihat ada fenomena menarik di saat pandemi ini. Bahwa kalau kita bicara pelajar secara umum, mayoritas dilakukan secara daring. Tetapi tidak dengan pesantren, mereka tetap menjalankan aktivitas belajarnya. Ini menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam mendukung aktivitas dengan dunia luar baik untuk pengiriman barang atau transaksi keuangan lainnya," beber dia.

Program Agen Pos di pesantren, kata dia, adalah salah satu jawaban mengurai kebutuhan pesantren di saat pandemi Covid-19 ini. Dia berharap, hadirnya Agen Pos di pesantren bisa membantu memudahkan orang tua, santri, dan masyarakat sekitar dalam mengirim barang.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana meresmikan secara langsung Agen Pos Pesantren di Pondok Pesantren Asy Syifa Muhammadiyah Blimbingrejo, Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (23/4/2021).
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana meresmikan secara langsung Agen Pos Pesantren di Pondok Pesantren Asy Syifa Muhammadiyah Blimbingrejo, Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (23/4/2021). (Istimewa)
PT Pos Indonesia (Persero) mulai menggencarkan penetrasi program Agen Pos di pesantren dengan menyasar sejumlah basis pesantren di daerah. Program ini sebagai komitmen Pos Indonesia mendorong terbentuknya ekonomi kerakyatan
PT Pos Indonesia (Persero) mulai menggencarkan penetrasi program Agen Pos di pesantren dengan menyasar sejumlah basis pesantren di daerah. Program ini sebagai komitmen Pos Indonesia mendorong terbentuknya ekonomi kerakyatan (Istimewa)

"Pesantren juga mayoritas memiliki produk, karena mereka juga melatih santri menjadi entrepreneur, maka ini bisa memudahkan mereka. Ini juga penegasan atas komitmen membangun santri entrepreneur. Karena Agen Pos nantinya dikelola santri sendiri," beber Siti.

Kehadiran Pos Indonesia di pesantren, juga diharapkan dapat membantu ekonomi sekitar. Karena mayoritas di lingkungan pesantren ada pelaku UMKM. Sehingga hadirnya Agen Pos dapat mempermudah dan mendorong transaksi lebih besar.

Di Indonesia, diperkirakan ada lebih dari 30.000 pesantren yang tersebar di pelosok negeri. Dari jumlah itu, diperkirakan ada sekitar 4 juta santri dengan lebih dari jutaan warga lainnya yang ikut terdampak atas hadirnya pesantren di suatu daerah.

Layanan yang bisa digarap Agen Pos cukup banyak. Mulai dari pengiriman barang, pengiriman uang, transaksi pembayaran, kiriman internasional, dan lainnya melalui Q9, Qcomm, Pos Express, Kilat Khusus, Express Mail Service (EMS). Termasuk penjualan benda Pos, diantaranya Perangko, materai serta benda Pos lainnya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved