Sabtu, 11 April 2026

Lihat Satpam Tidur, AS Gondol Sembilan Laptop di Proyek Kereta Api Cepat, Dimasukkan ke Karung

AS mengaku memanfaatkan situasi satpam yang tengah tertidur saat mencuri sembilan laptop di proyek KCIC.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: taufik ismail
TribunJabar.id/Lutfi AM
Tersangka AS (29) (kiri) pelaku pencurian 29 laptop di proyek KCIC, Cileunyi, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seorang pencuri menyatrono proyek KCIC di Cileunyi, Kabupaten Bandung, saat petugas keamanan tertidur.

Pelaku yang belakangan diketahui berinisial AS (29) berhasil menggasak sembilan laptop milik PT Sinohydro yang merupakan anak perusahaan PT KCIC.

Aksi pencurian tersebut terekam CCTV sehingga memudahkan jajaran Polresta Bandung untuk meringkusnya.

Baca juga: BREAKING News Terminal, Bandara & Stasiun di Kota Bandung Bakal Ditutup, Cegah Pemudik, Mulai Kapan?

Baca juga: Sore Tadi Gempa Terjadi di Lumajang Jatim, Berpusat di Laut Selatan, Ini Unggahan BMKG

AS hanya bisa tertunduk saat digiring jajaran polresta Bandung, di Mapolresta Bandung, Jumat (23/4/2021).

Wakapolresta Bandung AKBP Dwi Indra Laksmana, mengatakan, pelaku AS, kebetulan masuk ke wilayah proyek KCIC dan melihat sekuriti yang sedang tidur.

AS lalu masuk dan mengambil beberapa barang di antaranya sembilan laptop.

"Pelaku merupakan warga sekitar, kemungkinan ia sudah mengamati terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya," ujar Dwi Indra.

Dwi Indra mengatakan, dari tangan pelaku pihaknya berhasil mengamankan 9 laptop yang belum sempat dijual.

"Kami berhasil mengamankan pelaku setelah melihat CCTV perusahaan dan pelaku ternyata merupakan residivis. Kerugian ditaksir sekitar Rp 205 juta," katanya.

Akibat perbuatannya, kata Indra, pelaku terjerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan.

"Ancaman hukuman 5 tahun penjara," katanya.

Sedangkan AS, mengaku terpaksa melakukan hal tersebut untuk membiayai kedua anaknya.

"Saya masuk (ke proyek KCIC) jalan kaki, enggak bawa kendaraan. Enggak bawa tas (semua laptop) dimasukkan ke karung," kata AS.

AS mengatakan, semua barang belum ada yang dijual.

Rencananya hasil penjualan untuk menghidup keluarga.

"Buat menghidupi keluarga, kan saya pisah sama istri, anak saya sama saya. Saya punya dua anak, yang kesatu 7 tahun,  yang kedua 3 tahun," ucapnya.

Baca juga: Ibu Muda di Bogor Berusaha Membunuh Bayinya Sendiri, Sang Anak Menjerit

Baca juga: Indonesia Pernah Punya 12 Kapal Selam, Kini Hanya 5 Unit, Satu Masih Hilang

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved