Persib Bandung
Legenda Persib Bandung Ini Berikan Saran untuk Lini Belakang Maung Bandung Hadapi Leg 2
Mantan pemain Persib Bandung Boy Jati Asmara menilai Persib harus segera berbenah untuk menghadapi leg kedua babak final Piala Menpora 2021.
Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mantan pemain Persib Bandung Boy Jati Asmara menilai Persib harus segera berbenah untuk menghadapi leg kedua babak final Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021).
Hal pertama yang menurutnya harus segera diperbaiki adalah lini belakang.
Di leg pertama, Boy melihat kekalahan 0-2 dari Persija terjadi akibat kinerja buruk bek.
Baca juga: HASIL PERTANDINGAN Persib Bandung Semalam, Ezra Walian Akui Tim Tampil Butut, Jebol di Detik ke-37
Baca juga: Persib Bandung Dapat Dorongan Semangat dari Putri Nelayan Sukabumi: Yakin Jadi Juara
"Jadi persib di pertandingan kedua itu harus berbenah di belakang. Terutama kinerja Victor Igbonefo sama Nick Kuipers. Saya lihat dalam penjagaan masih ada kelemahan," ujar Boy saat dihubungi Tribun Jabar, melalui sambungan telepon, Jumat (23/4/2021).
Boy menambahkan, dua gol ke gawang Persib pada pertandingan semalam semakin mempertegas kelemahan lini pertahanan dalam mengantisipasi umpang silang.
Gol yang dicetak oleh Braif Fatari (1') dan Taufik Hidayat (7') berawal dari umpan silang yang gagal diantisipasi barisan pertahanan Persib.
"Sebetulnya ini kan permasalahan partai-partai sebelumnya selalu mengalami kesulitan menghadapi pemain-pemain yang punya kecepatan dan bola-bola dari crossing," katanya.
Di partai semifinal, Persib kebobolan melalui skema umpan silang.

Artinya, kata Boy, Persija mampu mengeksploitasi kelemahan Persib.
Di leg kedua nanti, dia berharap pelatih Persib, Robert Alberts, bisa memperbaiki kelemahan tersebut.
"Kita berharap ada perbaikan di pertandingan selanjutnya," katanya.
Salah satu legenda hidup Persib Bandung, Atep, menilai Persib terlalu cepat membuat kesalahan di awal pertandingan final Piala Menpora leg pertama di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta, Kamis, 22 April 2021.
Akibat kesalahan itu, Persib harus menerima kenyataan kalah 0-2 dari Persija Jakarta melalui gol cepat pemain muda Braif Fatari detik ke-37 dan Taufik Hidayat pada menit ketujuh.
Baca juga: COBAIN 3 Resep Snack untuk Buka Puasa, Kudapan Enak dan Praktis, Bisa Mudah Dibuat di Rumah Sendiri
Baca juga: Airlangga: Transformasi Digital Bisa Ciptakan 2,5 Juta Lapangan Kerja Baru di 2024
Selain itu, kata Atep, lini tengah Persib yang diisi Abdul Aziz dan Farshad Noor gagal menjadi penyeimbang sehingga selalu kalah saat terjadi perebutan bola di lini tengah.
"Di babak pertama kita tidak melihat kolaborasi Abdul Aziz dengan Farshad Noor."
"Aziz hampir tidak tampak pegang bola dan Noor banyak melakukan lari-lari yang tidak efektif sehingga tenaganya habis."
"Jadi terasa bolong, mudah sekali ditembus oleh penyerang lawan," katanya.
Menurut Atep, seharusnya bermain di partai final semua pemain langsung fokus menjaga konsentrasi sejak awal pertandingan.

Sebab, kata Atep, lengah sedikit bakal dimanfaatkan tim lawan.
"Berbeda dengan pertandingan perdana kita harus meraba-raba dulu."
"Ini kan final dan sudah tahu juga Persija mainnya seperti apa," ucapnya.
Persib Harus Balas Kekalahan
Atep juga menilai pada pertandingan kemarin Persija lebih siap bermain di partai final ketimbang Persib.
"Mereka dari awal langsung melakukan pressing, keluar menyerang dan strategi mereka berhasil sehingga pertahanan kita kacau."
"Pemain juga tidak bermain sesuai karakter yang biasa dimainkan Persib," ujar Atep.

Selain itu, kata Atep, Sudirman, pelatih Persija, relatif pintar dalam menurunkan pemain di awal pertandingan.
"Strategi Persija pintar, tidak memasang Simic di babak pertama dan memilih memasang pemain yang memiliki kecepatan sehingga itu merepotkan pemain belakang kita," katanya.
Tak hanya pintar dalam menurunkan susunan pemain, ujar Atep, serangan yang dibangun pemain Persija pun efektif menembus pertahanan Persib.
"Mereka lebih pintar membaca situasi dan posisi di tengah Persib juga bolong sehingga mudah ditembus dan mereka memanfaatkan dua sayap yang memiliki kecepatan."
"Mereka berhasil dengan strateginya menekan dari awal dan mendapat gol cepat," ucapnya.
Kekalahan 2-0 membuat Persib harus membalas minimal 3-0 di leg kedua nanti jika ingin meraih gelar juara turnamen Piala Menpora.
Pertandingan leg kedua bakal digelar di Stadion Manahan Solo, pada Minggu, 25 April 2021.
Yakin Bangkit
Atep merasa yakin dengan mental dan pengalaman mantan rekan satu timnya dapat segera bangkit dari keterpurukan dan membalas kekalahan pada final leg kedua.
Menurut Atep, leg kedua menjadi kesempatan terbaik untuk Supardi dan kawan-kawan membalas kekalahan dan meraih gelar juara.
"Persib harus menunjukkan punya mental juara."
"Ini kesempatan terbaik karena hanya satu kesempatan lagi. Jadi dengan pemain yang rata-rata sudah berpengalaman saya yakin peluangnya masih ada."
"Saya support mereka, semoga bisa lebih baik dari pertandingan hari ini," ujar Atep.
Atep pun mengaku akan memberikan dukungan secara langsung melalui aplikasi percakapan WhatsApp atau telepon kepada para pemain Persib yang akan kembali berjuang dipartai final leg kedua nanti.
"Mungkin besok atau lusa (akan hubungi pemain Persib) sebagai sama-sama pemain yang dibesarkan di Persib, tentu akan saya berikan dukungan kepada mereka karena peluang masih terbuka," katanya.
Kalah melalui dua gol cepat lawan, peluang Persib untuk merengkuh gelar memang masih terbuka.

Namun ada syarat yang harus dipenuhi pasukan Robert Alberts.
Pertama, jika ingin menyelesaikan laga 90 menit, Persib harus menang dengan margin tiga gol. Bisa dengan skor 3-0, 4-1, 5-2, dan seterusnya.
Dengan kemenangan seperti itu, maka Persib unggul agregat gol.
Jika itu terlalu berat, jalan lain bisa ditempuh, yaitu mencetak dua gol tapi jangan sampai kebobolan.
Skenario itu menghasilkan adu penalti karena agregat menjadi 2-2.
Tentu perjuangan Persib jauh lebih berat ketimbang Persija.
Pasukan pelatih Sudirman memang berada di atas angin.
Tim Macan Kemayoran hanya perlu imbang untuk berpesta.
Kebobolan pun tetap juara asal dengan margin satu.
Artinya, mereka tetap mengangkat trofi meski kalah 0-1, 1-2, 2-3, dan seterusnya. (*)