Breaking News:

Apakah Puasa Tetap Sah Saat Sudah Imsak Tapi Suami atau Istri Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasannya

Satu di antara hal yang bisa membatalkan puasa Ramadan adalah melakukan hubungan suami-istri di siang hari.

dok Tribun Jateng
Ilustrasi mandi junub. Bolehkah tetap berpuasa dalam keadaan junub, ini penjelasannya. 

TRIBUNJABAR.ID - Satu di antara hal yang bisa membatalkan puasa Ramadan adalah melakukan hubungan suami-istri di siang hari.

Lalu, bagaimana hukumnya mandi wajib atau mandi junub saat bulan puasa, serta kapan waktu yang tepat untuk mandi junub, bolehkan dilakukan setelah sahur?

Mandi wajib diharuskan bagi umat Islam setelah berhubungan badan atau perempuan yang menyelesaikan masa haidnya.

Umat Islam harus melakukan mandi wajib setelah berhadas besar agar kembali suci.

Dalam video yang berjudul TANYA USTAZ : Mandi Junub setelah Imsyak, Apakah Sah Jalankan Puasa Ramadhan?, Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag. akademisi dari IAIN Surakarta memberikan tausiah soal mandi junub setelah imsak.

Apakah mandi junub atau kondisi junub ketika sudah memasuki waktu subuh, apakah tetap sah puasanya?

Ada sebuah hadis yang menjelaskan tentang apa yang dilakukan Rasulullah SAW ketika memasuki waktu subuh dalam keadaan junub.

Baca juga: Jadwal Larangan Mudik Diperpanjang, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi bagi Pengguna Kendaraan Pribadi

Baca juga: Persib Bandung Akhirnya Rasakan Kekalahan, Masih Bisa Juarai Piala Menpora 2021, Ini Syaratnya

Syamsul Bakri menjelaskan, Rasulullah SAW ketika itu sudah memasuki waktu fajar atau waktu subuh, dan Rasulullah dalam keadaan junub, maka kemudian Rasulullah melakukan mandi junub dan melanjutkan puasa.

Artinya, kondisi junub bukanlah merupakan syarat sahnya puasa.

Kondisi junub juga tidak membatalkan puasa, baik junub karena hubungan suami-istri maupun junub karena bermimpi, dan lainnya.

Halaman
1234
Editor: Giri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved