Ramadan 1442 H
Menahan Marah Ternyata Akhlak yang Dicintai Allah, Jadi Pengantar ke Surga, Begini Kata Rasulullah
Selama berpuasa, selain menahan lapar muslim juga harus menahan nafsu, seperti marah. Ternyata menahan marah ini merupakan akhlak sangat bernilai
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
“Yang namanya kuat bukanlah dengan pandai bergelut. Yang disebut kuat adalah yang dapat menguasai dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari no. 6114 dan Muslim no. 2609).
Baca juga: Doa Nabi Musa Saat Mendapat Cobaan dari Allah, dari Dimudahkan Urusan hingga Mohon Petunjuk
Diterangkan dalam Al Quran, Allah SWT sangat menyukai orang-orang yang bisa menahan marah.
Hal ini sebagaimana terkandung dalam dalam Al Quran penggalan Surat Ali Imran : 134.
وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
“…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Cara menerapkan menahan atau meredam marah dianjurkan Rasulullah SAW
Sifat marah memang bawaan pada manusia dan mengandung kemaslahatan dan juga manfaat.
Kemarahan yang bermanfaat adalah sebagaimana yang diterapkan pada tempatnya.
Namun, bila melampaui batas, maka akan menimbulkan bahaya dan memicu sifat tercela.
Rasulullah SAW memperingatkan pentingnya menahan marah dalam hadis-nya.
Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga memberikan solusi, anjuran atau cara meredam marah.
Berikut 5 cara meredam marah anjuran Rasulullah SAW, dikutip dari almanhaj.or.id dan ummi.id :
1. Membaca doa memohon perlindungan
Dalam setiap tindakan, manusia tak lepas dari gangguan setan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/surga_20181020_193025.jpg)