Breaking News:

VIDEO-Momentum Hari Kartini, Ina Kustina Kelimpungan Saat Permintaan Kolang Kaling Banyak

Peringatan Hari Kartini, hal ini tidak menjadikan Ina Kustina (35) warga Kuningan, ikut hadir dalam kegiatan ceremonial

Laporan Kontributor Tribun Jabar Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID,KUNINGAN – Bersamaan dengan Momentum Peringatan Hari Kartini, hal ini tidak menjadikan Ina Kustina (35) warga Desa Cageur, Kecamatan Darma, Kuningan Jawa Barat ikut hadir dalam kegiatan ceremonial yang di langsungkan di Pendopo Kuningan, Jalan Siliwangi.

Pasalnya, Ina bareng sejumlah saudaranya itu harus bekerja dalam melakukan pengolahan buah aren alias kolang-kaling, untuk memenuhui kebutuhan permintaan pasar.

“Usaha produksi kolang-kaling sudah menjadi pekerjaan dalam setiap harinya, apalagi di Bulan Puasa Ramadan tahun ini. Jumlah permintaan dari berbagai pasar di Kuningan dan luar Kuningan cukup banyak,” ungkap Ina kepada wartawan saat ditemui di lokasi pengolahan kolang–kaling di lingkungan perkebunan desa setempat, Rabu (21/4/2021).

Ina mengaku bahwa untuk memenuhi permintaan pasar dalam memproduksi kolang–kaling. Tentu harus memiliki banyak tenaga dan karyawan.

“Karena untuk mendapat kualitas kolang-kaling bagus itu memiliki proses, lumayan lama. Mulai dari mengundah buah dari pohon aren, mereteli dan melakukan perebusan dengan waktu yang cukup hingga di lakukan perendaman atau melakukan pencucian hingga benar bersih,” ungkapnya.

Mengenai jumlah produksi kolang–kaling dalam sehari itu bisa mengahasil sebanyak 30-40 Kg. kemudian untuk pengalaman harga jual sebelum Bulan Ramadan itu Rp 8 ribu perkilogramnya dan hal ini berbeda dengan suasana sekarang itu harga jual bisa mencapai Rp 10 ribu perkilogramnya.

“Untuk mendapat buah aren, itu tergantung. Kalau pohonnya tinggi dan terlihat susah, kami suka nyuruh orang lain dan pekerjaan itu biasanya hingga melakukan pengulapasan dan pembersihan kolang – kaling,” ujarnya.

Hal sama juga dilakukan Gatot (63) warga Desa Ciasih, Kecamatan Nusaherang, Kuningan Jawa Barat. Saat berbincang dengan Tribuncirebon,com, Gatot mengaku bahwa usahanya itu dilakukan secara mandiri alias tidak berkelempok. "Saya mah sendiri saja, karena nyuruh orang lain itu harus keluarkan uang untuk upah kerja,” katanya.

Untuk mendapatkan buah aren dalam satu pohon itu bisa mendapatkan satu bak mobil colt dengan biaya sebesar Rp. 100 ribu. Kemudian, kalau buahnya jarangnya paling Rp 25 ribu - Rp 50 ribu. “Ya pekerjaan ini memang terjadi pada Bulan Puasa saja, sebab hari – hari biasa itu, saya bekerja kuli bangunan,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya terjadi di Pendopo Kuningan, Momentum peringatan Hari Kartini hendaknya jangan hanya dijadikan kegiatan seremonial semata, namun harus dijadikan momentum kebangkitan bagi para perempuan, khususnya perempuan yang ada di Kabupaten Kuningan.

Demikian hal itu dikatakan Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda, saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Kartini ke-142, di Pendopo Kuningan.

Menurut Wakil Bupati Kuningan, perempuan harus mampu berfungsi sebagai istri yang baik, dan menjadi pendukung suami. Selain itu, sambungnya, perempuan harus mampu berperan sebagai ibu yang baik bagi putra-putrinya.

“Perempuan adalah simbol ketahanan keluarga, sehingga harus mampu mendidik anak-anaknya menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, berkepribadian, dan berakhlak mulia,” katanya.(*)

Penulis: Ahmad Ripai
Video Editor: Edwin Tk

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Teguh Kurnia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved