Breaking News:

Ramai Soal Vaksin Nusantara, Ini Saran Anggota DPR dari Jawa Barat

Farhan menilai perlu ada pansus untuk di balik ramainya Vaksin Nusantara.

tribunjabar/handika rahman
Ilustrasi vaksin. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan mengusulkan komisinya membuat panitia khusus (pansus) membahas ketersediaan vaksin impor.

Hal itu menyusul adanya kegaduhan soal vaksin Sinovac dengan dengan Vaksin Nusantara

"Sekarang sedang dibahas wacana pembentukan pansus vaksin impor. Saya sendiri tidak anti vaksin impor, tapi saya perlu menetapkan posisi. Vaksin dari pemerintah (Sinovac) untuk rakyat, Vaksin Nusantara tidak untuk semua orang." ujar Farhan saat dihubungi Tribun Jabar.

Baca juga: Indonesia Dapat Tambahan 6 Juta Bulk Vaksin, Menkes Minta Daerah Prioritaskan untuk Kelompok Ini

Baca juga: Viral di Medsos Anggota Kopassus Dikeroyok, Luka Berat Tengkorak Retak dan Tak Sadarkan Diri

Kegaduhan ini bahkan sempat diwarnai perdebatan antara perdebatan Komisi IX DPR dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) prihal vaksin Nusantara.

"Sentimen negatif ini diwarnai dugaan tentang mafia impor vaksin, walaupun belum ada bukti konkret soal itu. Keberadaan para politisi top Indonesia di RSPAD untuk uji vaksin Nusantara, bisa menjadi indikasi isu ini," ucap dia.

BPOM memutuskan vaksin Nusantara tak layak mendapatkan izin uji klinis fase II.

Kepala BPOM Penny K Lukito beralasan, vaksin tersebut belum memenuhi syarat pengembangan obat maupun vaksin. Seperti syarat uji klinis, bukti prinsip dan pembuatan obat yang baik.

Selain itu, temuan BPOM juga menyebut ada kejanggalan seperti perbedaan lokasi penelitian dengan pihak sebelumnya yang mengajukan diri sebagai komite etik. 

Kemudian, BPOM menemukan perbedaan data yang mereka terima dengan paparan saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Rabu 14 April 2021. 

Keputusan BPOM membuat pihak-pihak yang mendukung pengembangan vaksin Nusantara berang.

Mereka menilai lembaga tersebut tak mendukung terwujudnya kemandirian vaksin Covid-19 dari dalam negeri.

"Makanya pansus vaksin ini supaya terang benderang sehingga tidak gaduh dan membuat kebingungan di masyarakat," ucap dia.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved