Breaking News:

Pialang Saham dari Perusahaan Sekuritas Dilaporkan ke OJK, Diduga Berbuat Curang

Seorang pialang saham dari sebuah perusahaan sekuritas perdagangan saham dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan

dok.tribun
Rohman Hidayat SH (tengah), kuasa hukum Sutopo Sukamdi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Seorang pialang saham dari sebuah perusahaan sekuritas perdagangan saham dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena dugaan perbuafan fraud atau curang dalam mengelola dana seorang pria bernama Sutopo Sukamdi, warga Kota Bandung.

Kuasa hukum Sutopo, Rohman Hidayat SH mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat pengaduan ke OJK ihwal perbuatan curang pialang saham itu.

"Surat pengaduannya sudah kami sampaikan ke OJK hari ini," ujar Rohman ditemui di Jalan Banda, Kota Bandung, Selasa (20/4).

Kasus ini bermula saat Sutopo menunjuk perusahaan sekuritas yang berafiliasi dengan sebuah bank untuk mengelola dananya di pasar saham. Perusahaan sekuritas itu kemudian menunjuk seorang pialang saham.

Baca juga: Jalan dan Jembatan Turut Tertimbun Material Longsor, BPBD Kabupaten Bandung Pastikan Tak Ada Korban

"Jadi pialang saham ini mentransaksikan dana klien kami di pasar saham, baik membeli maupun menjual saham tanpa persetujuan dari klien kami. Padahal dari awal, klien kami tahu betul kapan jual dan kapan beli," kata Rohman.

Perbuatan itu diketahui saat Sutopo mendapat notifikasi email ihwal transaksi dan aktivitas di pasar saham atas nama dirinya padahal Sutopo tidak membeli atau menjual saham.

"Tiba-tiba ada transaksi pembelian saham dalam jumlah besar tanpa ada izin dari klien kami. Saat dicek, katanya ada kesalahan IT dan sebagainya, tapi belakangan ada tagihan mencapai lebih dari Rp 1 miliar pada klien kami yang merupakan broker fee hingga bunga margin," kata Rohman.

Uang itu harus dibayarkan ke perusahaan sekuritas itu. Jika tidak, investasi saham yang sudah dibayarkan oleh Sutopo, harus dijual force sale di pasar saham alias jual rugi. Pialang saham perusahaan itu sendiri sempat berjanji mengganti kerugian namun belum dipenuhi.

Baca juga: Dijanjikan Jadi Pegawai Negeri Sipil, Oknum PNS Kementerian Tipu Tenaga Honorer Hingga Ratusan Juta

"Maksud dari pelaporan dan pengaduan kami ke OJK, supaya perusahaan sekuritas itu bertanggung jawab atas perbuatan fraud dari pegawainya yang mengelola dana investasi saham klien kami," kata Rohman.

Rohman menambahkan, selain Sutopo, ada juga korban lainnnya yakni seorang perempuan yang masih kerabat dengan Sutopo Sukamdi.

"Kerugian dua orang klien kami ini mencapai Rp 2 miliar lebih," kata Rohman.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved