Breaking News:

Sunenti, TKW Asal Indramayu, Sakit Parah di Shanghai China, Sempat Koma, Kini Tak Bisa Pulang

Sunenti, Pekerja Migran Indonesia (PMI)/TKW asal Indramayu mengalami penyakit komplikasi saat bekerja di Shanghai China.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Siti Fatimah
istimewa
Sunenti, Pekerja Migran Indonesia (PMI)/TKW asal Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu saat dirawat di ruang ICU Pudong Hopital Shanghai. 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sunenti, Pekerja Migran Indonesia (PMI)/TKW asal Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu mengalami penyakit komplikasi saat bekerja di Shanghai China.

Sudah hampir satu bulan ia dirawat di ruang ICU Pudong Hopital Shanghai.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, sakit komplikasi yang diderita Sunenti cukup parah.

Baca juga: Pemerintah Resmi Larang Mudik 6 Mei sampai 17 Mei, Satlantas Polres Purwakarta Siap Lakukan Hal Ini

Ia mengalami asma akut dan infeksi lambung.

"Dia tadinya mau pulang, dia di sana sudah sakit-sakitan, majikan juga kan gak mau ambil risiko, nah pas mau pulang mau ke kantor imigrasi Sunenti langsung koma," katanya kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Minggu (18/4/2021).

sunenti tkw
sunenti tkw (istimewa)

Kondisi soal penyakit yang diderita Sunenti itu juga dikabarkan oleh rekan sesama TKW, Nyonya Bogosipho melalui akun Facebook pribadinya.

Nyonya Bogosipho mengabarkan, nyawa Sunenti sempat nyaris tidak terselamatkan, beruntung saat itu dokter dari rumah sakit melakukan usaha maksimal.

Baca juga: INNALILLAHI, Mertua Dian Sastro Adiguna Sutowo Dikabarkan Meninggal Dunia

Sunenti juga sempat disangka terkena Covid-19 karena suhu badannya yang tinggi.

Dalam hal ini, disampaikan Juwarih, kondisi Sunenti sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Hanya saja, sekarang ia tidak bisa pulang dan harus tertahan di rumah sakit karena terkendala biaya pengobatan.

Pihak keluarga diketahui tidak memiliki biaya untuk melunasi biaya berobat Sunenti selama di rumah sakit.

"Keluarga sebenarnya sudah kirim hampir Rp 67 juta, tapi masih kurang Rp 57 juta lagi," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved