VIDEO-Berkunjung Ke Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery Bernuansa Pesawahan dan Pedesaan
Suasana sejuk khas bernuansa desa, gemuruh suara aliran air sungai menghiasi suasana Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery
Penulis: Wildan Noviansah | Editor: Teguh Kurnia
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wildan Noviansah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT – Suasana sejuk khas bernuansa desa, pohon rindang melambai tertiup angin, gemuruh suara aliran air sungai menghiasi suasana Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery yang berlokasi di Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Roby Tjahjadi atau yang sering disapa Bob Doank, sebagai pemilik dan pendiri Imah Seniman memilih mendirikan Resort yang bernuansa alam dengan konsep pesawahan khas pedesaan.
Adalah Sapu Lidi, Resort bernuansa Etnik pedesaan lengkap dengan bangunan dan ornament yang kental dengan etnik Sunda. Tempat ini dibangun pada awal tahun 2000 silam.
• VIDEO-Kisah Asmara Pria 50 Tahun dan Gadis 14 Tahun di Pangandaran, Ternyata Si Neng yang Nembak
Manager Operasional Irwan Nurmawan mengatakan konsep umum yang diusung oleh Imah Seniman sendiri adalah sensasi makan di Sawah.
Nama lengkap nya Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery yang bergaya sunda dengan nuansa alam dengan konsep makan disawah. Kita mengusung tiga tempat ini karena ingin para tamu sekali parkir langsung bisa menikmati tiga hal tersebut” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (16/4/2021).
Sesuai namanya, ditanah seluas kurang lebih 3 hektar hektar tersebut terdapat beberapa fasilitas yang bisa dinikmati. Daintaranya Cafe, penginapan dan galeri. Hal yang menjadikan tempat unik adalah mengusung konsep agar pengunjung bernostalgia dengan suasana sawah dan pedesaan.
• VIDEO-Khasiat Sate Kelinci, Diburu Pasangan Muda untuk Kesuburan, Bikin Pria Tambah Perkasa
Kita disini membawa pengunjung bernostalgia dengan konsep yang kita usung yang terlihat seperti pedesaan," ujarnya sembari meunjuk kearah sekitar.
Di Sapu Lidi ini sendiri terdapat penginapan yang cukup unik dimana para pengunjung harus menaiki perahu terlebih dahulu untuk bisa mencapai kamarnya.
Jadi disini itu pengunjung harus menaiki perahu terlebih dahulu untuk bisa sampai ke kamarnya, dan itu yang membuat unik," ujarnya.

Irwan Nuryawan mengatakan, kebanyakan barang yang ada di Galeri adalah barang khas tatar Sunda yang sesuai dengan konsep Sapu Lidi sendiri.
Kebanyakan barang disini adalah barang sunda mulai dari Angklung, Calung dan yang lainnya," ujarnya
Irwan mengatakan, disana terdapat 23 kamar yang terbagi kedalam tiga jenis, yaitu sweet room, eksekutif room dan presiden room.
Sebagai Cafe, Resort and Gallery yang mengusung tema yang unik, Sapu Lidi berhasil menarik perhatian para pengunjung baik lokal maupun mancanegara. Menurut Irwan sebelum pandemi, pengunjung per minggu nya bisa mencapai 5000 orang.
Hampir dari Sabang sampai Merauke pengunjung dari seluruh Indonesia sudah pernah berkunjung ke tempat ini," kata dia.
Sejauh ini banyak pengunjung mancanegara yang berdatangan seperti wisatawan dari Negara Malaysia, Singapura, Taiwan, Amerika dan Eropa.Respon yang diberikan pengunjung pun sangat baik.

Salah satu pengunjung, Dhita mengatakan, dirinya sangat senang berkunjung ke Sapu Lidi.
Enak banget suasananya, unik bisa makan makanan Sunda disawah. Apalagi pas saya nginep, saya harus dayung perahu dulu buat ke kamarnya,” ujarnya.
Harga makanan yang ditawarkan di Sapu Lidi beragam, mulai dari Rp 50 Ribu hingga Rp 100 Ribu. Sedangkan untuk penginapan, harga yang ditawarkan berkisar dari Rp 50p Ribu hingga Rp 3,5 Juta per malamnya tergantung jenisnya.
Jam opersional untuk weekday mulai dari pukul 11.00-17.00 WIB dan untuk weekend mulai dari pukul 09.00-21.00 WIB. Sedangkan untuk Resort buka 24 jam.
Selain cabang di Bandung, Irwan mengatakan, sejauh ini Sapu Lidi sudah membuka cabang di beberapa lokasi di Indonesia diantaranya di Labuan Bajo dan Ubud.
Sebagai manager operasional disana, Befti berharap Sapu Lidi bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Harapan saya semoga Sapu Lidi dikenal banyak orang wisatawan lokal dan Mancanegara, bisa bertambah fasilitas dan bisa membuka cabang lebih luas." pungkasnya (*)
Penulis: Wildan Noviansah
Video Editor: Edwin Tk