Breaking News:

Gempa Bumi

Lokasi Bukit Algoritma di Sukabumi Ada di Jalur Sesar Aktif, Rawan Gempa, Ini Kata Penyedia Lahan

Lahan untuk megaproyek Bukit Algoritam di Kabupaten Sukabumi berada di wilayah rawan gempa bumi

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Lokasi lahan proyek Bukit Algoritma di Cikidang, Sukabumi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Lahan seluas 888 hektare untuk megaproyek Bukit Algoritam di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berada di wilayah rawan gempa bumi.

Diketahui, lokasi proyek yang disebut akan dibuat seperti Silicon Valley di Amerika Serikat ini berada di lahan perkebunan milik PT Bintang Raya Lokalestari (BRL), yang tersebar di kawasan Pasir Langkap, Cilentab dan Kubang, Kecamatan Cikidang.

Menurut Direktur Utama PT BRL, Dhanny Handoko, daerah Jawa Barat (Jabar) atau seluruh Indonesia ini rawan bencana.

Baca juga: Nestapa Istri Rizki DA, Nadya Mustika, lngin Gendong Anak tapi Tak Bisa, Kata-katanya Menyedihkan

"Iya, memang kan di Jabar atau secara nasional kita rawan bencana. Mudah-mudahan dengan Bukit Algoritma sebagai ekosistem pembangunan SDM tangguh berkelanjutan, akan banyak inovasi-inovasi hasil penelitian yang akan memberikan kontribusi teknologi mitigasi bencana bukan, hanya untuk Jabar tapi untuk nasional," ujarnya via pesan singkat, Sabtu (17/4/2021).

Sebelumnya, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Dr. Daryono mengatakan wilayah Sukabumi ini rawan gempa.

Baca juga: Kisah Ibu Melahirkan Bayi Kembar Tiga di Pangandaran, Ternyata Suami Inginkan Hal Ini

Terlebih Sukabumi dilintasi dua sesar aktif Cimandiri dan Citarik. Namun, ia mengatakan, pembangunan boleh saja dilakukan dengan struktur bangunan tahan gempa.

"Ya memang Sukabumi daerah rawan gempa, lihat sebaran history gempa merusaknya, karena wilayah Sukabumi dilintasi jalur sesar aktif Cimandiri dan Citarik, tetapi boleh saja dibangun yang penting strukturnya bangunan tahan gempa dan mangacu building code, sehingga dapat mengurangi risiko jika terjadi gempa," kata Daryono kepada Tribunjabar.id via WhatsApp, Selasa (13/4/2021).

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved