Senin, 20 April 2026

Reshuffle Kabinet, Pengamat Sebut Presiden Jokowi Ingin Mengakomodasi PAN dan Muhammadiyah

Publik pun menunggu nama-nama yang masuk reshuffle kabinet itu, baik menteri yang diganti maupun menteri baru pilihan Presiden Jokowi.

(Dok. Istana Kepresidenan/Agus Suparto)
Presiden Jokowi saat berada di Bendungan Tukul di Pacitan, Jawa Timur, usai diresmikan, Minggu (14/12/2021). 

TRIBUNJABAR.ID- Isu perombakan atau reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin kencang.

Publik pun menunggu nama-nama yang masuk reshuffle kabinet itu, baik menteri yang diganti maupun menteri baru pilihan Presiden Jokowi.

Prediksi tokoh-tokoh yang mengisi pos kementerian baru dalam perombakan kabinet tersebut mulai bermunculan.

Isu reshuffle kabinet muncul setelah peleburan Kemenristek dan Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi.

Presiden Jokowi mempunyai wewenang untuk memilih menteri yang akan mengisi pos kementerian.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, mengatakan reshuffle kabinet dipakai Jokowi untuk mengakomodasi kepentingan politik.

Baca juga: Ahok Menjadi Menteri Investasi Mulai Hari Ini? Berikut Daftar Menteri yang Layak Diganti

Baca juga: Pagi Tadi Gempa Terjadi di Gunungkidul Yogyakarta, Pusatnya di Darat, Berikut Unggahan BMKG

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Menurutnya, Presiden Jokowi  ingin mengakomodasi Partai Amanat Nasional ( PAN ) yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan.

"Pertama, kebutuhan untuk mengakomodasi Partai Amanat Nasional pasca-kemenangan Pak Zulkifli Hasan ke Pak Jokowi sekaligus keluarnya Pak Amien Rais dari PAN dan mendirikan Partai Umat," ," ujar M Qodari dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (16/4/2021).

M Qodari juga menilai reshuffle kabinet digunakan Presiden Jokowi untuk mengakomodasi Muhammadiyah.

"Kedua, untuk melakukan akomodasi kepentingan kepada Muhammadiyah yang melakukan reshuffle pertama itu belum berhasil," jelasnya.

Dua Kader PAN Disebut Jadi Menteri Jokowi

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, dua kader PAN yang disebut-sebut akan jadi menteri adalah politisi senior PAN, Asman Abnur atau Sekjen PAN, Eddy Soeparno.

Satu di antara mereka kabarnya akan mengisi posisi di Kementerian Perhubungan.

PAN yang diisukan masuk koalisi pemerintahan, sempat merespons positif rencana reshuffle kabinet.

Eddy menuturkan posisi PAN sejak awal mendukung semua kebijakan pemerintah.

Eddy Soeparno akan ikut mengembangkan ekonomi kreatif di masyarakat
Eddy Soeparno akan ikut mengembangkan ekonomi kreatif di masyarakat (Istimewa)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved