Epidemiolog: Tutup Lokasi Wisata Selama Penerapan Larangan Mudik
Epidemilog, Dicky Budiman, mengatakan kebijakan larangan mudik seharusnya diikuti aturan penutupan lokasi wisata pada Idulftri nanti.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Demi memutus rantai penyebaran Covid-19, pemerintah menetapkan larangan mudik lebaran 2021.
Epidemiolog, Dicky Budiman, mengatakan kebijakan larangan mudik seharusnya diikuti aturan penutupan lokasi wisata pada Idulftri nanti.
Kalau perlu, ucapnya, ada sanksi terhadap pengelola wisata yang nekat membuka lokasi wisata.
"Sistem sanksi bagi pengelola dan denda bagi pengunjung bisa diterapkan untuk menjamin itu," kata Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia itu dalam pernyataannya, Rabu (14/4/2021).
Menurut Dicky, pemerintah juga bisa membangun narasi bahwa kehadiran fisik bisa merugikan atau membahayakan.
Ia mengatakan masyarakat bisa mengirimkan makanan atau benda ke keluarga di kampung halaman tanpa mudik.
"Gunakan juga keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, selain pemerintah sendiri pejabat publiknya memberikan contoh langsung nyata bahwa dia tidak pulang kampung. Mencegah sama sekali sulit. Yang harus dilakukan adalah membangun kesadaran dan meminimalisir risiko," Dicky Budiman.
Baca juga: Maurizio Sarri Diincar untuk Gantikan Jose Mourinho di Tottenham Hotspur
Baca juga: Bocoran Sinopsis IKATAN CINTA 15 April 2021: Kejahatan Elsa Belum Terbongkar, Riki Curigai Rafael
Dia berpendapat, pemerintah daerah seharusnya berperan mendukung larangan mudik dengan mencegah masyarakat untuk mudik.
"Pemerintah daerah juga berperan dalam imbauan kepada warganya yang merantau, memberikan pesan pada yang tidak bisa mudik," ujarnya.
Menurut Dicky Budiman, tidak terlihat bukan berarti tidak ada kasus Covid-19.
"Ini yang harus dipahami. Apalagi sekarang ada strain baru begitu cepat menular, bukan berarti tidak terjadi infeksi penularan ketika arus mobilisasi relatif tinggi, itu tetap terjadi," kata Dicky.
Pemerintah, ucapnya, bisa memperkuat regulasi untuk mencegah banyaknya masyarakat yang ngotot mudik Lebaran.
"Misalnya perkantoran, ASN, BUMN, BUMD, perusahaan-perusahaan juga diimbau untuk tidak mudik, kecuali lebih banyak sifatnya stafcation aja," ujar Dicky Budiman.
Baca juga: Jelang Lawan PSM Makassar di Semifinal Piala Menpora 2021, Pelatih Persija Keluhkan Satu Hal Ini
Baca juga: VIDEO-Penyekatan di Daerah Ini Dijaga 24 Jam, Penjagaan Hingga Jalur Tikus untuk Mudik
Pendapat serupa juga dilontarkan ahli penyakit tropik dan infeksi, dr Erni Juwita Nelwan.
Ia mengatakan tempat wisata seharusnya tidak boleh dibuka selama ada larangan mudik Lebaran. "Kalau tidak boleh mudik, tidak boleh juga wisata ya," kata Erni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/suasana-terminal-baranangsiang.jpg)