Breaking News:

Berkah Ramadan Dirasakan Peternak Ayam Broiler di Sumedang, Harga di Tingkat Peternak Naik

Mahalnya harga ayam broiler dari tingkat peternak itu karena selama bulan Ramadan, seperti saat ini biasanya permintaan barang ke PT sangat tinggi

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Seorang pekerja di peternakan ayam di Kampung Ciranggon, RT 3/7, Desa Mekarahayu, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang tengah memberikan pakan ayam broiler. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Peternak ayam broiler di Kabupaten Sumedang tampaknya begitu merasakan keberkahan bulan Ramadan, karena saat ini harga ayam broiler dari tingkat peternak mulai melambung tinggi.

Hal tersebut menyusul tingginya permintaan pasar saat memasuki bulan Ramadan, disaat para peternak rata-rata banyak yang belum panen, sedangkan masa panennya rata-rata masih dua pekan kedepan.

Hal itu dialami oleh Juju Juhaeni (56), peternak ayam asal Kampung Ciranggon, RT 3/7, Desa Mekarahayu, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

"Saat bulan Ramadan harga ayam yang diterima PT Rp 20 hingga Rp 21 ribu per kilogram karena kalau panen kan ditimbang," ujar Juju saat ditemui di lokasi peternakan ayam miliknya, Kamis (15/4/2021).

Sementara untuk harga normal atau sebelum memasuki Ramadan, kata dia, ayam broiler tersebut dibeli oleh pihak PT dengan harga Rp 17 ribu hingga Rp 19 ribu per kilogram.

Bahkan, kata Juju, jika harganya lagi turun, bisa mencapai Rp 14 ribu hingga 13 ribu per kilogram, sehingga hak ini bisa membuat peternak mengalami kerugian.

Baca juga: Petugas Gagalkan Upaya Penyelundupan Sabu ke Lapas Jelekong Bandung, Disembunyikan di Sol Sepatu

"Panennya satu bulan satu kali, peternakan ayam saya baru 10 hari, biasanya kalau Ramadan harganya memang mahal, terakhir saya menjual Rp 19 ribu," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan Ramadan tahun ini, dia ternak ayam broiler sebanyak 4.000 ekor dan dipastikan sudah bisa dipanen sebelum lebaran, sehingga harganya diprediksi bakal tetap mahal.

Mahalnya harga ayam broiler dari tingkat peternak itu karena selama bulan Ramadan, seperti saat ini biasanya permintaan barang ke PT sangat tinggi.

"Mudah-mudahan harganya tetap mahal sampai waktunya panen," ucap Juju.

Sementara harga daging ayam broiler di pasar tradisonal, saat ini harganya mencapai Rp 44 ribu per kilogram, padahal harga normalnya atau sebelum Ramadan, harganya hanya Rp 35 ribu per kilogram.

"Sekarang sudah mulai turun lagi jadi Rp 44 ribu per kilogram. Kalau kemarin masih Rp 45 per kilogram," kata salah seorang pedagang daging di Pasar Impres Sumedang, Indika Putri (33).

Baca juga: Persib Bandung vs PSS Sleman - Esteban Vizcarra: Main Maksimal dan Nikmati Pertandingan

Menurutnya, kenaikan harga daging ayam itu terjadi sejak sepekan yang lalu, atau beberapa hari menjelang bulan Ramadan. Hal ini, kata dia, membuat tingkat penjualan daging ayam juga menurun.

"Kalau normal bisa jual sampai 5 kwintal sehari, tapi kemarin sehari tidak sampai 4 kwintal," ucapnya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved