Breaking News:

Kasus Dugaan Pencabulan oleh Seorang Biarawan di Depok, Polisi Didesak Usut Tuntas

Polres Metro Depok pun didesak agar serius mengusut tuntas dugaan pencabulan terhadap anak-anak panti asuhan Kencana Bejana Rohani di Depok itu

shutterstock
ilustrasi kasus pencabulan. 

TRIBUNJABAR.ID, DEPOK- Kasus dugaan pencabulan oleh LLN alias Bruder Angelo, seorang biarawan gereja, belum selesai.

Polres Metro Depok pun didesak agar serius mengusut tuntas dugaan pencabulan terhadap anak-anak panti asuhan Kencana Bejana Rohani di Depok itu.  Pada 2019, Bruder Angelo pernah dilaporkan karena kasus tersebut.

Satu di antara penasihat hukum korban Bruder Angelo, Judianto Simanjuntak, mengatakan desakan kepada polisi itu untuk menghindari kasus serupa di masa depan.

"Kami tidak ingin kasus yang lama akan terulang kembali mengingat banyak korban yang membutuhkan keadilan hukum atas peristiwa yang dialami oleh para korban," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Selasa (13/4/2021) malam.

Pada 2019, Polres Depok sempat menahan Bruder Angelo yang kala itu telah berstatus tersangka.

Bruder Angelo sempat ditahan 3 bulan di penjara, namun berujung bebas karena polisi gagal menemukan 2 alat bukti yang cukup. Ia akhirnya bebas setelah masa penahanannya habis.

Baca juga: Demi Mengajar di Pelosok, Guru Honorer Andik Santoso 9 Kali Ganti Motor, Pulang Bawa Kayu Bakar

Baca juga: Reaksi Mauricio Pochettino Setelah Membawa PSG Singkirkan Bayern Muenchen di Liga Champions

Kelanjutan kasus dugaan pencabulan Bruder Angelo sebetulnya tidak serta-merta gugur karena ia bebas. Kasus ini mandek karena korban tidak dapat memberikan keterangannya kembali, dengan alasan ada yang pulang kampung, tidak dapat dihubungi, dan susah dicari.

Pada September 2020, publik mendesak Polres Depok untuk membuka kembali kasus ini. Karena berbagai pertimbangan, maka muncul usulan untuk membuat laporan baru lagi dengan korban yang berbeda.

 Akhirnya, 7 September 2020, tim kuasa hukum mendampingi pelapor untuk membuat laporan baru atas kasus dugaan pencabulan tersebut ke Polres Depok dengan laporan nomor LP/2096/K/IX/2020/PMJ/Restro Depok.

"Kami berharap dan meminta kepolisian tidak bergerak lamban dalam memproses kasus ini dan menunggu adanya desakan publik untuk memproses dan menangani kasus ini dengan baik dan cepat," kata Ermelina Singereta, juga penasihat hukum korban, dalam keterangan yang sama.

"Kami juga meminta kepada kepolisian untuk tetap mengawal kasus ini sampai berkas perkara dinyatakan P-21 oleh kejaksaan," ia menambahkan.

Kemarin, Bruder Angelo telah diperiksa lagi oleh Polres Depok dan disebut akan ditahan setelah 1x24 jam. Tim penasihat hukum berharap agar penahanan tersebut terealisasi hingga kasus ini naik ke kejaksaan.

"Kami meminta kepolisian untuk tetap melakukan penahanan terhadap tersangka agar pelaku tidak kabur atau melarikan diri dari tanggung jawab hukum," ujar Judianto. (Vitorio Mantalean)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polres Depok Didesak Serius Usut Kasus Biarawan yang Diduga Cabuli Anak-anak Panti"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved