Hadiri Seminar yang Digelar BPSDM Jawa Barat, Ridwan Kamil Cerita Pengalamannya Jadi Pramuka saat SD
Ujungnya adalah menghadirkan semangat kepemimpinan kepada mereka yang mengikuti pramuka.
Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TRIBUNJABAR.ID - Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat Kak M Ridwan Kamil mengatakan output pramuka adalah melahirkan jiwa kepemimpinan.
Ujungnya adalah menghadirkan semangat kepemimpinan kepada mereka yang mengikuti pramuka.
“Kepemimpinan itu ada timingnya. Allah menakdirkan momentum kepemimpinan,” ujar Gubernur Jawa Barat ini saat menghadiri seminar webinar Jabar Juara bertema "Semangat Pramuka untuk Meraih Jabar Juara yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat, Rabu (14/4/2021).
Baca juga: ASN Jabar Wajib Berseragam Pramuka Setiap Tanggal 14, BPSDM Gelar Webinar, Diikuti 18.000 Peserta
Seminar ini juga dihadiri Kepala BPSDM Jawa Barat Dicky Saromi dan Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat Kak Atalia Praratya.
Menurut dia, kita harus mempersiapkan tim, regu, dan presentasi dengan baik.
Gubernur yang akrab disapa Emil ini sempat menceritakan sekilas pengalamannya saat menjadi pramuka.
“Saya ikut pramuka di SD dan SMP, melatih berbaris dan memimpin lomba memasak,” katanya.
Namun, dalam lomba memasak, dia dan timnya meraih ranking terakhir karena tangannya masuk ke panci sehingga membuat rasa sopnya asin dan tidak karuan.
“Pengalaman itu memberikan pelajaran bawah kita harus mempersiapkan tim dan presentasi yang lebih baik. Itu contoh saja, kepemimpinan adalah oleh-oleh dari semua yang ikut pramuka," ucap Emil.
Dia menitipkan kepada pramuka untuk melahirkan pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri, dan kemudian keluarga.
Emil berharap pramuka lulus minimal menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan jangan terjerumus menjadi manusia yang merugikan.
Selain itu, jangan menjadi manusia yang biasa-biasa saja, tetapi harus extra ordinary.
“Kita berinvestasi agar ada jutaan pemimpin masa depan lewat program kepramukaan. Jadi pramuka harus adaptif. Kuncinya itu, barang siapa bisa beradaptasi, umurnya panjang,” katanya.
Emil mencontohkan kegiatan pramuka sekarang harus bisa ada di genggaman yang bisa diakses generasi-generasi baru.
Kalau mau dicintai generasi Z dan alfa, pramuka harus beradaptasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-majelis-pembimbing-daerah-gerakan-pramuka-jawa-barat-kak-m-ridwan-kamil.jpg)