Breaking News:

Antisipasi Mudik Dini, Penyekatan di Wilayah Jabar Dilakukan Lebih Awal, Ini Kata Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Polda Jawa Barat mengantisipasi mudik dini

Istimewa
Pemandangan indah jalur Gentong saat arus mudik Idulfitri 2020. Di bawahnya terdapat rel KA Bandung-Tasikmalaya. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Polda Jawa Barat mengantisipasi mudik dini yang diperkirakan masih akan dilakukan sebagian masyarakat untuk tetap mudik sebelum periode pelarangan mudik pada 6-17 Mei 2021. 

"Saya sampaikan ke Pak Kapolda bahwa pendekatan razia dan lain-lain tidak hanya dilakukan di tanggal yang disebutkan oleh pemerintah, tapi juga di hari-hari sebelumnya," kata Gubernur di Gedung Sate, Rabu (14/4).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan upaya ini untuk menghadapi perilaku masyarakat Indonesia yang gemar menyiasati sebuah peraturan.

Baca juga: Ketum PKB Cak Imin di Mata Anak Gus Dur Yenny Wahid: PKB Cak Imin Tidak Sehat, Tunjukkan Nepotisme

"Karena saya khawatir mereka menyiasati tanggal. Oh nggak bolehnya kan tanggal anu, berarti kalau dua hari sebelumnya mungkin polisi tidak akan melakukan penindakan, itu kita antisipasi pola pikir-pola pikir orang Indonesia yang ingin menyiasati tanggal," katanya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan penyekatan pun sudah disiapkan di Jabar, yakni di 120 titik penyekatan.

Di antara 120 titik itu, 11 titik di antaranya berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Selama 2 Tahun, Wali Kota Cimahi Terima Duit Gratifikasi Rp 6 Miliar, Tak Lapor ke KPK

"Sosialiasi sudah dilakukan, kita lakukan operasi keselamatan lalu lintas 12 - 25 April, salah satu targetnya tadi meningkatkan wujud keselamatan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas. Kedua, bagaimana mencegah prokes untuk penanganan Covid-19 dan sosialisasi tentang larangan mudik 2021," katanya.

Seandainya ada pemudik yang lolos, pihaknya berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri, di antaranya dengan terus mengetatkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro.

"Keberadaan PPKM Mikro akan mendata langsung mereka yang lolos nanti. Kalau nanti ada yang tertular akan segera dilakukan tracing oleh petugas dari pos PPKM Mikro itu," katanya.

Baca juga: Persib Bandung vs PSS Sleman Ibarat Reuni, Ini Kata Igbonefo yang Akan Berhadapan dengan Fabiano

Untuk kawasan yang diperbolehkan melakukan mudik lokal di kawasan Bandung Raya dan Jabodetabek, katanya, dilakukan pengawasan di perbatasannya.

"Jadi penyekatan di titik-titik perbatasan itu pasti, contoh Karawang dengan Bekasi yang wilayah hukumnya Polda Metro Jaya. Di sana akan lebih ketat karena titik utama penyekatan perbatasan, nanti di dalam aglomerasi misal Bandung Raya nanti ada cara bertindak tersendiri, termasuk di daerah wisata," katanya.

Jika masih ada yang mencoba mudik, katanya, akan diputar balik dan diberlakukan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved