Gempa Bumi
Sumenep Berpotensi Diguncang Gempa Bumi 7,8 M dan Tsunami Akibat Sesar Kambing, Ini Langkah BMKG
Sesar Kambing berpotensi mengakibatkan gempa 7,8 M yang disusul tsunami di Sumenep, Jawa Timur.
TRIBUNJABAR.ID, SUMENEP - Berpotensi terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,8 yang menyebabkan tsunami, BMKG meninjau kesiapsiagaan pemerintah daerah di Sumenep, Jawa Timur.
Pemantaua dilakukan langsung Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
Ia melihat kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam upaya menghadapi potensi tsunami di Kabupaten Sumenep.
Baca juga: Dalam Tujuh Jam, Ada 2 Gempa Bumi Terasa di Aceh, Satu Berpusat di Darat, Satu di Laut
Baca juga: Mengenal Pencipta Skala Richter, Ukuran Kekuatan Gempa Bumi, Mulanya Dipakai Hanya di California
Dwikorita bersama tim gabungan BMKG Jawa Timur, BPBD, Syahbandar, dan Pelindo Kalianget, melakukan survei lapangan.
Mereka mengecek jalur evakuasi tsunami di wilayah Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, pada Jumat, 2 April 2021.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan jalur evakuasi sudah dilengkapi rambu-rambu evakuasi dan sudah tepat sesuai perhitungan peta rawan bahaya tsunami.
Di samping itu, jalur evakuasi menuju lokasi aman juga harus bisa dicapai masyarakat setempat dalam waktu cepat.
Dwikorita mengatakan bahwa Pelabuhan Kalianget Sumenep dipilih menjadi lokasi survei jalur evakuasi karena termasuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak tsunami yang diakibatkan oleh aktivitas Sesar Kambing dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault).
Hasil simulasi pemodelan tsunami yang dilakukan Tim Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG dengan kekuatan gempa M=7.8 (worst case) di sistem patahan tersebut menunjukkan bahwa wilayah sekitar Pelabuhan Kalianget berpotensi terdampak tsunami dengan ketinggian mencapai 3 meter, dan prakiraan waktu tiba tsunami kurang dari 4 menit.
"Potensi tsunami ini berbahaya bagi masyarakat sekitar, mengingat wilayah Pelabuhan Kalianget adalah wilayah padat penduduk," ujar Dwikorita di laman resmi BMKG.
Maka dari itu, kata Dwikorita, selain menyiapkan jalur evakuasi tsunami yang mudah dicapai serta dilengkapi dengan rambu-rambu evakuasi, masyarakat juga perlu diedukasi agar dapat melakukan evakuasi mandiri.
Selain survei ke lapangan, Kepala BMKG beserta tim juga mengunjungi Keraton Sumenep pada Sabtu, 3 April 2021, untuk bertemu Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.
Pada pertemuan tersebut tim mengungkapkan hasil kajian BMKG dan fakta-fakta di lapangan terkait potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang ada di wilayah Sumenep, serta memberi rekomendasi langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak potensi bencana.
Bupati Sumenep menyambut baik kunjungan dari BMKG dan mengungkapkan bahwa kajian yang dilakukan BMKG merupakan informasi yang sangat penting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dwikorta-karnawati-di-sumenep.jpg)