Breaking News:

Kisruh Partai Demokrat

AHY ke Moeldoko: Kalau Ingin Tahu Lebih Banyak tentang Partai Demokrat Boleh Kita Ngopi-ngopi

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) tak keberatan jika Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ingin bertemu.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Twitter/AHY
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY menuding ada pihak luar dan pejabat negara yang ingin mengkudeta kepemimpinannya di Demokrat. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) tak keberatan jika Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ingin bertemu.

AHY mengaku pun bersedia untuk bercerita soal Partai Demokrat kepada Moeldoko.

"Saya dari awal mengatakan, kalau Pak Moeldoko ingin tahu lebih banyak tentang Partai Demokrat, boleh kita ngopi-ngopi," ujar AHY, dalam program Satu Meja The Forum, Kompas TV, Rabu (7/4/2021).

AHY berharap dalam pertemuan itu nantinya Moeldoko tidak membahas mengenai kongres luar biasa (KLB) dan upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat.

"Artinya ngopi-ngopi yang benar, jangan ngomongin KLB, jangan ngomongin perampasan partai politik," kata AHY.

Baca juga: AHY Dalam Masalah Lagi, Demokrat Kubu Moeldoko Gugat, Minta Ganti Rugi Rp 100 M untuk Bayar Kader

Baca juga: Kubu Moeldoko Minta SBY Bikin Partai Baru, Demokrat: Gerombolan KLB Terpapar Virus Halusinasi

Dalam kesempatan itu, AHY menanggapi tudingan Moeldoko soal pergeseran ideologi di Partai Demokrat. AHY menilai tudingan itu sebagai pernyataan politik yang frustasi.

Kabar Moeldoko setelah pemerintah umumkan hasil KLB Demokrat ditolak.
Kabar Moeldoko setelah pemerintah umumkan hasil KLB Demokrat ditolak. (Instagram/dr_moeldoko)

"Karena kebingungan, mencari alasan pembenaran bagi dirinya untuk mengambil alih, merampok, merampas kedaulatan Partai Demokrat," kata dia.

Selain itu, AHY juga menyoroti alasan Moeldoko yang berubah-ubah untuk terlibat dalam upaya pengambilalihan Partai Demokrat. AHY menyebut narasi yang dilontarkan Moeldoko tidak didasarkan pada nalar.

"Karena sejak awal bergeser-geser narasinya. Sangat sulit dinalar, jadi di luar akal sehat dan mudah dipatahkan," kata AHY.

Sebelumnya, Moeldoko sempat mengungkapkan beberapa alasan dirinya bersedia menerima jabatan ketua umum saat kongres luar biasa (KLB) yang mengatasnamakan Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Moeldoko mengatakan dipilih untuk menyelesaikan kekisruhan di Partai Demokrat. Mantan Panglima TNI itu juga menyebut ada pergeseran ideologi partai.

Maka, ia mengambil keputusan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang untuk menyelamatkan partai dan demokrasi di Indonesia. (Tatang Guritno)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AHY Persilakan Moeldoko jika Ingin "Ngopi-ngopi" Bahas Demokrat"

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved