Abah Popon Ditanya Soal Ilmu Kebal, Minta Bawa Sentaja Tajam dan Coba Sendiri, Tapi . . .
Ini jawaban Abah Popon saat ditanya mengenai ilmu kebal yang disebut-sebut oleh terduga teroris.
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: taufik ismail
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi.
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Abah Popon warga Kampung Ciheulanghilir, RT 02/08, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi menjadi sorotan publik setelah menyebarnya video pengakuan dari terduga teroris yang ditangkap Densus 88.
Para terduga teroris ini mengaku belajar ilmu kekebalan darinya.
Abah Popon atau Ahmad Dimyati (69) mengaku baru tahu namanya disebut oleh sejumlah terduga teroris yang diamankan Densus Antiteror 88 sekitar lima hari lalu.
Baca juga: Nasib Pemilik Mobil yang Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Pasrah Lihat Mobil Rusak Parah
Baca juga: DETIK-DETIK Ibu Muda Ditemukan Tewas di Cipatat, 2 Anak Balita Telentang di Kamar Tak Bergerak Lagi
"Tamu yang datang, kan, banyak dan rata - rata mereka meminta untuk didoakan saja, tidak meminta apa pun. Bahkan (Abah) tidak mengetahui satu per satu," kata Abah Popon pada Tribunjabar.id saat ditemui dirumahnya, Kamis (8/4/2021).
Pria yang kesehariannya sebagai petani dan dikenal warga sekitar sebagai tokoh masyarakat itu, tidak bisa memberikan ilmu kekebalan atau ilmu bela diri.
Namun, ia mengaku hanya meminta doa kepada Allah Swt.
"Coba ambilkan benda tajam, lalu besat-kan ke lengan abah, bila terluka dan berdarah, ya, silakan, asalkan bisa diobatin aja sama yang melakukannya," ucap Abah Popoh sambil tertawa

Ia mengaku kaget setelah mendapat informasi dari sejumlah pemberitaan, bahwa namanya disebut-sebut sebagai guru yang telah memberikan ilmu kekebalan kepada tergduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 beberapa waktu lalu.
"Abah mendapat kabar itu, Sabtu malam lalu, jujur abah sedikit kaget, namun karena tidak merasa sehingga tenang-tenang saja," ujar Abah Popon kepada Tribunjabar.id
Selan itu, ia merasa difitnah, karena selama ini ia tidak pernah memberikan doa kepada orang yang berniat tidak baik, apalagi sampai dengan mencelakakan orang lain dengan tujaun apa pun.
Pria yang dikenal ramah di sekitar kediamannya itu mulai ramai didatangi sejumlah tamu dari sekitar luar daerah, seperti Jakarta, Depok, bahkan luar pulau untuk meminta didoakan, sudah mulai sekitar tahun 1980.
"Rumah Abah selalu terbuka bagi siapapun, masa harus dihilangi, kalau hanya sekadar meminta doa agar usahanya lancar, miminta jodoh, dan kesehatan. Namun, saya pribadi tidak mengetahui kalau ada orang yang datang ke sini, untuk berniat buruk," katanya.
Ia mengatakan, apabila ada orang tersebut diketahui akan melakukan aksi keji, seperti melakukan teror bom pada masyarakat, tentunya akan dilaporkan pada pihak kepolisian.
Abah juga mengakui, ribuan orang telah mendatanginya datang dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat sipil, TNI, Polri, tokoh penting.