Breaking News:

Perang Antargeng Motor

PERANG ANTARGENG MOTOR di Purwakarta, Acungan Senjata Tajam Dibalas Bacokan, 1 Tewas, 2 Luka Berat

Perang antargeng motor terjadi di Purwakarta tepatnya di Pertigaan Cimplong Kampung Kaum RT 6/3, Desa/Kecamatan Campaka, Purwakarta.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Kisdiantoro
IST/Facebook
Ilustrasi - Perang antargeng motor terjadi di Purwakarta tepatnya di Pertigaan Cimplong Kampung Kaum RT 6/3, Desa/Kecamatan Campaka, Purwakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Persitiwa perang antargeng motor di Purwakarta tepatnya di Pertigaan Cimplong Kampung Kaum RT 6/3, Desa/Kecamatan Campaka, Purwakarta terjadi pada Sabtu (3/4/2021) pukul 03.00 WIB. 

Kapolres Purwakarta, AKBP Ali Wardana melalui Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Fitran Romajimah menyampaikan awal mula para korban yang berinisial DD, CO, dan MY, melewati lokasi kejadian yang di sana ada perkumpulan pelaku dan sempat mengacungkan senjata tajam ke para korban.

Baca juga: VIDEO-Tujuh Anggota Geng Motor yang Rusak Warung dan Rumah Warga di Sukabumi Ditangkap Polisi

Baca juga: Teror Covid-19 Belum Berakhir di Cianjur, 40 Warga Perumahan Griya Maleber Jalani Swab Test

Baca juga: BREAKING NEWS, 20 Warga Perumahan di Cianjur Positif Covid-19, Dua di Antaranya Meninggal Dunia

"Para korban ini tak terima lalu mendatangi kembali para pelaku sambil menodongkan senjata tajam pula. Pelaku langsung membacokan samurai dan celurit ke para korban," katanya, Rabu (7/4/2021) di Mapolres Purwakarta.

Atas kejadian ini, kata AKP Fitran, satu orang meninggal dunia dan dua orang luka berat. Setelah bentrokan antargeng motor, aparat kepolisian pun langsung mengamankan pelaku yang jumlahnya tiga orang di rumah salahseorang pelaku.

"Tiga pelaku yakni FR (19), TM (18), dan MR (19) sudah diamankan dan diperiksa lebih lanjut di Mapolres Purwakarta beserta diamankan barang bukti dua samurai dan satu celurit," ujarnya.

Para pelaku dikenakan pasal 170 ayat 2 dan 3 tentang penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama dengan mengakibatkan luka berat dan tewas. "Mereka itu memang sebelumnya ada dendam pribadi antargeng motor," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved