Breaking News:

Ramadan 1442 H

Pemerintah Pusat Izinkan Salat Tarawih Berjemaah di Masjid, Begini Respons Muhammadiyah Jabar 

Sekjen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Jamjam Erawan, mengaku sepakat dengan keputusan pemerintah pusat tentang salat Tarawih berjemaah.

ISTIMEWA
PELAKSANAAN salat Tarawih di Pondok Pesantren Al-Quraniyah di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/4/2020). Pelaksanaan salat Tarawih tahun ini akan sama dengan salat Tarawih tahun lalu. 

Laporan wartawan Tribun Jabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengizinkan penyelenggaraan salat Tarawih dan Idulfitri secara berjemaah di masjid atau di lapangan terbuka, sepanjang jemaahnya masih dalam satu komunitas.

Sekjen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Jamjam Erawan, mengaku sepakat dengan keputusan pemerintah pusat.

Hal itu, kata Jamjam, menurutnya, telah sesuai dengan surat edaran PP Muhammadiyah Nomor 03 tahun 2021 tentang Tuntunan Ibadah Ramadhan 1442 H/2021 M dalam kondisi Darurat Covid-19.

Baca juga: Ini Tiga Kategori Jemaah yang Diizinkan Umrah Selama Ramadan, Menurut Aturan Baru Pemerintah Arab

Baca juga: Menteri Kesehatan Minta Agar Tak Ada Libur Panjang Selama Pandemi Covid-19

"Keputusan pemerintah tentang diizinkannya penyelenggaraan salat Tarawih dan salat id di masjid atau di lapangan terbuka, insyaallah akan sama dengan kami warga Muhammadiyah, termasuk warga Muhammadiyah Jawa Barat," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (6/4/2021).

"Maka kami sepakat dan mendukung kebijakan pemerintah tersebut," kata Jamjam.

Jamjam mengatakan, di dalam lampiran surat edaran PP Muhammadiyah, yang memuat 13 poin arahan penyelenggaraan ibadah di masa pandemi Covid-19 tersebut, pada poin 5 dan 10 dijelaskan bahwa bagi masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya tidak ada penularan Covid-19, penyelenggaraan ibadah salat berjemaah, baik salat fardu, termasuk salat Jumat, maupun salat Tarawih, dapat dilaksanakan di masjid, musala, langgar, atau tempat lainnya.

Syaratnya, tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti saf salat berjarak, memakai masker, salat terbatas hanya bagi masyarakat di sekitar masjid dengan pembatasan jumlah jemaah 30 persen dari kapasitas tempat.

"Dalam surat edaran itu pun dijelaskan bahwa anak-anak, lansia, orang yang sedang sakit dan orang yang memiliki penyakit komorbid tidak dianjurkan untuk mengikuti salat berjemaah di masjid."

"Selain itu, takmir masjid pun diimbau untuk selalu menjaga kebersihan setiap hari, baik sebelum maupun sesudah digunakan ibadah," ucapnya.

Hal itu, menurutnya, dilakukan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian guna menghindari penularan Covid-19 dalam setiap penyelenggaraan ibadah.

"Terkait pelaksanaan salat Idulfitri bagi warga Muhammadiyah, seperti pada poin 10, disebutkan bahwa jika tidak ada penularan Covid-19, salat Idulfitri dapat dilaksanakan di lapangan kecil atau tempat terbuka, dengan syarat memenuhi protokol kesehatan juga atas arahan gugus tugas Covid-19 wilayah masing-masing," katanya. (*)

Penulis: Cipta Permana
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved