Breaking News:

Gempa Bumi

Bangkai Kapal Dampak Gempa dan Tsunami 10 Tahun Lalu Mulai Ditata Pemerintah Jepang

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang mulai menata bangkai kapal-kapal yang rusak akibat tsunami 10 tahun.

Editor: Hermawan Aksan
HO NEW/REUTERS
Gelombang tsunami menghantam Kota Miyako di Prefektur Iwate setelah gempa 9,0 magnitudo mengguncang wilayah Tohoku, 11 Maret 2011. Tsunami itu menyebabkan banyak kapal yang menabrak dermaga, merusak fasilitas, dan bahkan terbawa arus tsunami pindah ke daratan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNJABAR.ID, TOKYO - Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang mulai menata bangkai kapal-kapal yang rusak akibat tsunami 10 tahun.

Kementerian Pertanahan melakukan pengaturan sandaran kapal di pelabuhan agar tidak merusak pelabuhan dan kapal itu sendiri serta memudahkan kapal diselamatkan saat tsunami datang kembali.

Baca juga: Wacana Hengky Kurniawan Jadi Bupati, DPD Nasdem: Jangan Langsung Menyimpulkan, Tunggu Proses Hukum

Baca juga: Yuni Sule Jual Soto Rp 1.000 Tiap Porsi, Tiap Jumat Cukup Bayar Pakai Doa

Saat Gempa Bumi Besar Jepang Timur, tsunami besar melanda Pelabuhan Tohoku dan Kanto, dan lebih dari 50 persen kapal yang ditambatkan dalam survei oleh Kementerian Tanah, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata tidak dapat mengungsi tepat waktu dan bertabrakan dengan dermaga, merusak fasilitas dan bahkan kapal terbawa arus tsunami pindah ke daratan.

Akibatnya, banyak pelabuhan mengalami kerusakan.

Setelah gempa bumi, Kementerian Pertanahan, Prasarana, Transportasi, dan Pariwisata melanjutkan pembangunan dermaga yang tahan terhadap guncangan gempa dan tsunami.

"Tetapi kami baru saja meringkas langkah-langkah untuk mengurangi kerusakan sekunder di pelabuhan dengan kapal," uajrnya.

Menurutnya, efektif untuk menambatkan kapal dari luar pelabuhan dengan ujung depan kapal menghadap ke lautan bebas.

Kawasan pembangkit nuklir Daiichi di Fukushima.
Kawasan pembangkit nuklir Daiichi di Fukushima. (Foto Jiji)

Dengan mengarahkan bagian depan kapal ke bagian luar pelabuhan ke arah lautan lepas, kapal dapat lebih mudah mengungsi ke luar pelabuhan segera setelah peringatan tsunami muncul.

Di beberapa dermaga di Pelabuhan Nagoya, upaya sudah mulai dilakukan untuk menambatkan bagian depan kapal ke arah luar pelabuhan.

Selain itu, dengan asumsi kapal akan menabrak, dikatakan bahwa peralatan untuk meredam benturan di dermaga dan tembok laut serta pagar untuk mencegah kapal melaju ke dermaga harus dipasang.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata telah memutuskan untuk fokus pada langkah-langkah perangkat lunak seperti revisi pelabuhan BCP (rencana kesinambungan bisnis), mengatakan bahwa dibutuhkan waktu dan biaya untuk mengambil tindakan di sisi peralatan.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved