Ramadhan 1442 H
Niat Salat Tarawih 11 Rakaat atau 23 Rakaat Sebagai Imam dan Makmum, Lengkap dengan Tata Caranya
Salat Tarawih dapat dilakukan di rumah baik secara berjamaah maupun sendiri atau munfarid.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.ID - Sebentar lagi Ramadhan 1442 H tiba. Bulan puasa diperkirakan akan dimulai pada 13 April 2021.
Ibadah sunnah yang dilakukan pada bulan Ramadhan salah satunya adalah salat Tarawih.
Salat Tarawih dapat dilakukan di rumah baik secara berjamaah maupun sendiri atau munfarid.
Adapun salat Tarawih dilaksanakan sebanyak 11 rakaat atau 23 rakaat.
Sebelum memasuki Ramadan, umat Muslim baiknya mempelajari ilmu shalat Tarawih terlebih dahulu.
Pengetahuan soal shalat Tarawih mengecilkan kemungkinan umat Muslim melakukan kesalahaan.
Baca juga: Puasa 10 Hari Lagi, Inilah Jadwal Imsakiah Ramadhan 2021 untuk Wilayah Bandung dan Sekitarnya
Baca juga: Puasa 12 Hari Lagi, Inilah Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2021 Wilayah Jawa Barat-Bandung dan Sekitarnya
Bacaan doa niat shalat Tarawih penting untuk dihapal begitu juga dengan tata caranya.
Niat salat Tarawih sebagai imam atau makmum berbeda dengan niat salat Tarawih sendiri.
Tribunjabar.id merangkum informasi seputar shalat Tarawih untuk Anda.
Berikut bacaan doa niat shalat Tarawih.
Niat shalat Tarawih sebagai ma'mum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatat-taraawiihi rok'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'alaa
Artinya: Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'al

Niat shalat Tarawih sebagai imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII SUNNATAT-TARAAWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI IMAAMAN LILLAAHI TA'ALAA
Artinya: Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala.
Niat salat Tarawih sendirian
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
USHOLLII SUNNATAT-TARAAWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA'ALAA
Artinya: Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala
• Lafal atau Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih 1441 H untuk Sendiri, Imam, Mamum, Arab Latin
• Lafal atau Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1441 H Lengkap Arab dan Latin, 7 Keistimewaan Puasa Ramadhan
• Sebelum Ramadan, Pahami Bacaan Niat & Tata Cara Shalat Tarawih untuk Berjamaah di Rumah dan Sendiri
Tata Cara shalat Tarawih
Salat Tarawih dapat dilaksanakan dengan dua macam cara.
Pertama, salat Tarawih dapat dilaksanakan setiap dua rakaat salam.
Kedua, salat Tarawih dapat dilaksanakan setiap 4 rakaan salam, tanpa tasyahud awal.
Namun, yang lebih baik melaksanakan salat Tarawih setiap dua rakaat salam.
Hal tersebut telah dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW, yang menyatakan shalat malam sebaiknya dikerjakan setiap dua rakaat salam.
Untuk salat sunah Witir, boleh dikerjakan 3 rakaat salam sekaligus tanpa tasyahud awal.
Namun, sunnah Witir juga dapat dikerjakan 2 rakaat, kemudian 1 rakaat.
Cara pelaksanaan shalat Tarawih sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu, baik gerakan maupun bacaannya.
Hanya saja yang membedakan salat Tarawih hanya pada niatnya.
Niat Salat Witir Satu Rakaat
أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati (imaaman/makmuuman) lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Aku niat shalat Witir satu rakaat menghadap kiblat (jadi imam/makmum) karena Allah Ta’ala”
Doa bacaan niat Salat Witir 2 Rakaat
أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati (imaaman/makmuuman) lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Aku niat shalat Witir dua rakaat menghadap kiblat (jadi imam/makmum) karena Allah Ta’ala”

Shalat Buru-buru Tidak Sah
Shalat apapun termasuk shalat Tarawih dilakukan tidak buru-buru.
Di dalam rukun shalat, ada yang namanya tuma'ninah.
Tuma'ninah adalah berhenti sejenak di antara shalat. Tuma'ninah juga disebut sebagai keadaan tenang di mana setiap persendian juga ikut tenang.
Orang yang tidak melaksanakan tuma'ninah baik seara sengaja maupun tidak sengaja, maka shalatnya tidak sah.
Hal ini berdasarkan hadits yang sudah jelas dan masyhur, yaitu hadits Al-Musi'fi Shalatih.
Dalam hadits tersebut dikisahkan seseorang yang shalat sangat cepat dan tidak tuma'ninah, lalu Rasulullah SAW menyuruhnya untuk mengulangi shalat karena tidak sah.
Nasi Muhammad SAW, bersabda,
ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ
“Kembalilah dan shalatlah! karena sesungguhnya engkau belum melakukan shalat.” [HR. Bukhari & Muslim]