Okupansi Hotel di Jabar Selama Libur Paskah Meningkat, Ada yang 100 Persen Terisi

Herman menduga, peningkatan okupansi hotel, dikarenakan kejenuhan masyarakat yang sudah mulai jenuh untuk terus berdiam diri di dalam rumah

Penulis: Cipta Permana | Editor: Ravianto
istimewa
Prime Plaza Hotel Purwakarta. Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat sebut momen libur perayaan Paskah 2021, telah berdampak positif pada tingkat keterisian (okupansi) dari sejumlah hotel di beberapa daerah di Jawa Barat. 

Laporan wartawan Tribun Jabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat sebut momen libur perayaan Paskah 2021, telah berdampak positif pada tingkat keterisian (okupansi) dari sejumlah hotel di beberapa daerah di Jawa Barat.

Ketua PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar mengatakan, tingkat okupansi di sejumlah hotel di daerah tujuan wisata, bahkan meningkat hingga 85-100 persen dibandingkan hari-hari biasa saat pandemi covid-19.

Sementara di daerah lainnya, peningkatannya mencapai 60 persen.

"Sejumlah hotel di beberapa daerah seperti Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, Garut, termasuk Pangandaran bisa mencapai 85 persen."

"Bahkan, daerah tujuan wisata dan daerah persinggahan itu saya cek cukup baik okupansinya, malah ada hotel yang 100 persen. Mungkin daerah selain itu, ada juga sekitar 60 persen," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (4/4/2021).

Herman menduga, peningkatan okupansi hotel, dikarenakan kejenuhan masyarakat yang sudah mulai jenuh untuk terus berdiam diri di dalam rumah, sehingga mencari suasana baru di momentum liburan saat ini.

Hal tersebut pun, di buktikan dengan adanya tingkat kemacetan lalu lintas di hampir seluruh ruas jalan dalam beberapa hari terakhir hingga hari ini.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat akan menyongsong bulan suci Ramadhan 1442 H yang tinggal menghitung hari.

Sehingga pekan ini dimanfaatkan sebagai ajang "Munggahan" bagi masyarakat dengan berekreasi atau bepergian mengunjungi sanak saudara.

"Jadi banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan okupansi hotel ini, selain kejenuhan, ada juga pekan ini dijadikan ajang munggahan bagi sebagian orang, untuk mengunjungi sanak saudara, karena setelah pekan depan kita memasuki bulan Ramadhan," ucapnya.

Herman pun mengaku cukup senang dengan peningkatan okupansi hotel ini. Menurutnya, keterisian kamar hotel ini menjadi angin segar dan hadiah bagi hotel di tengah lesunya sektor pariwisata dalam hal ini hotel.

“Tentu ini menjadi angin segar bagi dunia pariwisata, karena sekarang zona merah ini sudah hampir tidak ada."

"Kemudian angka Covid-19 sendiri jauh turun, kemudian peningkatan per hari juga sangat kecil, sembuh juga cukup tinggi, termasuk yang diisolasi di rumah sakit pun mulai berkurang."

"Ini pertanda yang bagus untuk ke depan,” ujar Herman. 

Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan bahwa penerapan disiplin protokol kesehatan menjadi hal utama yang tidak bisa diabaikan dalam aktivitas masyarakat.

Bahkan, Ia mempersilakan petugas pemerintah menindak tegas bila ditemukan adanya hotel yang melanggar aturan tersebut.

"Saya berharap, anggota PHRI baik hotel dan restoran, agar mereka tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, jangan ada toleransi. Kepada aparat penegak hukum juga demikian, kita tidak keberatan, laksanakan saja lakukan pengontrolan pada hotel dan restoran. Kalau sudah berkali-kali melanggar beri sanksi tegas pada mereka, karena ini demi kebaikan bersama," katanya (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved