Breaking News:

Warga Dua Kecamatan di Sumedang Semringah Ada Jembatan Gantung, Kini Tak Perlu Memutar Jauh

Warga dari dua kecamatan di Kabupaten Sumedang tampak semringah saat melihat sebuah jembatan gantung

istimewa
Warga Dua Kecamatan di Sumedang Semringah Ada Jembatan Gantung, Kini Tak Perlu Memutar Jauh 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga dari dua kecamatan di Kabupaten Sumedang tampak semringah saat melihat sebuah jembatan gantung sudah selesai dibangun dan diresmikan langsung oleh TNI/Polri, pada Rabu (31/3/2021) siang.

Pasalnya, jembatan yang menghubungkan Dusun Ciherang, Desa Cimarias, Kecamatan Sumedang Selatan dan Dusun Sukatani, Desa Ciherang, Kecamatan Pamulihan ini membuat warga tak perlu memutar jauh untuk menuju jalan protokol.

Meski cuaca mendung dan turun hujan deras, sejumlah warga berkumpul dan tampak antusias menyaksikan peresmian jembatan gantung itu karena mulai saat itu, jembatan gantung Siliwangi 5 ini sudah bisa digunakan.

Riuh tepuk tangan terdengar saat Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri melakukan gunting pita sebagai tanda bahwa jembatan itu sudah resmikan.

Baca juga: Mamah Muda Ini Tak Terpikir Bakal Jualan Soto Ayam, Kalau Berhenti Sayang, Sudah Banyak Pelanggan

Warga Dua Kecamatan di Sumedang Semringah Ada Jembatan Gantung, Kini Tak Perlu Memutar Jauh
Warga Dua Kecamatan di Sumedang Semringah Ada Jembatan Gantung, Kini Tak Perlu Memutar Jauh (istimewa)

"Kalau sebelum ada jembatan, saya jalan kaki ke jalan (protokol) bisa sampai satu jam-an," ujar warga setempat, Mimin (55) saat ditemui di Dusun Sukatani.

Mimin yang saat itu langsung mencoba jembatan gantung ini, mengaku hanya butuh waktu sekitar 15 ketika jalan kaki untuk menuju jalan protokol di Kawasan Cadas Pangeran karena tak perlu memutar.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Ciherang ini, kata Mimin, sangat membantu warga dari dua dusun ketika warga akan pergi ke pusat kota atau ke pasar dengan menggunakan angkutan umum.

"Selain itu, tempat ini juga saat ini jadi ramai, padahal asalnya sepi," katanya.

Hal senada dikatakan Eman (56), bahwa sebelum ada jembatan gantung ini warga membutuhkan waktu 30  menit untuk menuju jalan protokol dengan menggunakan motor, kini hanya butuh waktu 5 menit.

Halaman
12
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved