Breaking News:

PKB Jabar Mengutuk Keras Aksi Terorisme dalam Penyerangan Bersenjata di Mabes Polri

Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati, mengutuk keras aksi terorisme dalam penyerangan di Mabes Polri

istimewa
Rahmat Hidayat Djati 

TRIBUNJABAR.ID - Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati, mengutuk keras aksi terorisme dalam penyerangan di Mabes Polri di Jalan Trunujoyo, Jakarta Selatan pada Rabu, 31 Maret 2021.

Rahmat Hidayat Djati mengatakan agama Islam dan juga agama manapun tidak membenarkan tindakan terorisme dalam bentuk apapun.

"Terorisme tidak dibenarkan oleh ajaran agama manapun apalagi agama Islam yang menjunjung tinggi Rahmatan Lil Alamin," kata Rahmat Hidayat Djati melalui ponselnya, Kamis (1/4/2021).

Pria yang juga menjabata sebagai Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat ini juga meminta kepada pihak terkait agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahaya paham radikalisme yang menjadi bibit tindakan terorisme ini.

Baca juga: Istri Terduga Teroris Ini Bingung, Suami Ditangkap Harus Urus 3 Anak dan Bayar Utang yang Menumpuk

"Saya meminta kepada pemerintah agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya radikalisme yang kalo dibiarkan paham radikalisme ini jadi bibit penyebaran terorisme yang meresahkan ini," ujarnya.

Selain itu, Rahmat juga meminta kepada pihak keamanan agar segera dapat mengusut tuntas rentetan peristiwa terorisme yang terjadi ditanah air belakangan ini.

"Semoga tindakan terorisme ini tidak terjadi lagi, dan saya meminta agar pihak kepolisian segera dapat mengusut tuntas peristiwa teror ini," katanya.

Rahmat juga mengimbau kepada masyarakat agar terus waspada terhadap lingkungan sekitarnya, dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika terindikasi ada kegiatan yang mencurigakan.

"Jika ada indikasi terorisme segera laporkan kepada pihak kepolisian," ujar Ketua Markas Daerah Pemuda Panca Marga Jawa Barat itu.

Baca juga: Penggerebekan Terduga Teroris di Banjaran, Suami Istri Ditangkap, Sudah Setahun Tinggal Tertutup

Sebelumnya diketahui bom bunuh diri terjadi di Gereja Katedral Makassar pada Minggu, 28 Maret 2021 lalu, akibat insiden ini puluhan orang jemaat gereja mengalami luka-luka, bom bunuh diri di Katedral Makassar ini dilakukan oleh pasangan suami istri.

Terakhir tindakan teror ini juga terjadi di Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret 2021, pelaku berusaha menyerang Mabes Polri dengan menggunakan senjata api.

Pelaku yang mengenakan baju hitam ini tewas ditempat setelah berhasil dilumpuhkan oleh petugas keamanan yang berjaga

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved