Breaking News:

Pria 50 Tahun di Pangandaran Ingin Nikahi Gadis 14 Tahun, Terhalang Usia Calon Istri dan Surat Cerai

T mengurungkan niatnya menikahi M karena terbentur dengan peraturan Undang undang perlindungan anak dibawah umur. 

Ilustrasi pernikahan 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Berniat menikahi gadis cantik berinisial M (14) warga Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terpaksa harus ditunda.

Pasalnya, gadis cantik yang akan dinikahi oleh berinisial T (50), masih di bawah umur

T yang seorang guru Sekolah Luar Biasa SLB di Pangandaran mengaku, Ia mengurungkan niatnya menikahi M karena terbentur dengan peraturan Undang-undang perlindungan anak di bawah umur. 

Baca juga: Fakta Baru Aksi Duel Berdarah di Tasik, Diduga Sudah Direncanakan hingga Kini Suasana Mencelam

"Banyak pihak yang sudah mengingatkan Saya, sehingga tidak mau ambil risiko. Padahal, M selalu meminta Saya agar segera menikahinya," ujar T saat dihubungi wartawan melalui selulernya, Selasa (30/3/2021).

Apalagi, kata T, Ia belum menerima akta perceraian dengan istri pertamanya.

"Ya, gimana nanti lah kalau saya sudah terima surat cerai, apakah menunggu calon istri saya cukup umur, atau ikut sidang Dispensasi di Pengadilan Agama (PA)," katanya.

T juga mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan menyarankan jangan menikah secara Agama.

Baca juga: Persib Bandung Masih Rawan Tersingkir, Lawan Persiraja Robert Alberts Bakal Kembali Rotasi Pemain

Kalaupun ingin segera nikah cepat, lanjut T, Ia harus mengikuti sidang Dispensasi di pengadilan Agama.

"Tapi kan, Saya harus beres dulu surat cerai. Kalau saya memaksakan diri tanpa ikut sidang Dispensasi, bakalan kena hukum. Saya tak mau setelah menikah langsung di penjara," katanya.

Halaman
12
Penulis: Padna
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved