Masih Ada Cuaca Ekstrim Hingga Sepekan Ke Depan, Ini Penjelasan BMKG

BMKG meprakirakan masih akan terjadi hujan lebat hingga ringan di daerah berikut ini dan mengimbau warga tetap waspada dengan cuaca ekstrim

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
PEXELS.COM/Josh Sorenson
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bulan April - Mei merupakan masa peralihan dari Musim Hujan ke Musim Kemarau, oleh karena itu Deputi Bidang Klimatologi Herizal mengimbau agar perlu diwaspadai potensi hujan lebat dengan durasi singkat, angin kencang, putting beliung dan potensi hujan es yang biasa terjadi pada periode tersebut.

Hal tersebut juga dikatakan Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto.

Guswanto mengatakan, kondisi cuaca pada sepekan ke depan (26 Maret -1 April) masih didominasi hujan ringan di sebagian besar Sumatera bagian utara, tengah, salatan dan timur, sebagian Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi bagian utara, selatan dan tenggara, Maluku bagian utara dan tengah, dan sebagian besar Papua.

Baca juga: VIDEO Banjir Kiriman Sungai Cimanuk Rendam Permukiman Warga di Indramayu, Padahal Tak Hujan

"Selain itu, masih ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bali, NTB, NTT, Maluku Utara , Maluku, Papua dan Papua Barat," katanya dalam siaran pers BMKG yang dikutip Tribun, Sabtu (27/3/2021).

Begitu pula dengan cuaca maritim, menerus Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo masih perlu diwaspadai terutama saat masih terjadi pemanasan di wilayah Indonesia terkait pergerakan semu matahari yang biasanya dapat menurunkan tekanan udara menyebabkan angin sangat kencang dan berpotensi gelombang tinggi utamanya dimasa peralihan dan musim kemarau.

Baca juga: Jelang Sore, Banjir Kiriman Sungai Cimanuk Rendam Permukiman Warga di Indramayu, Padahal Tak Hujan

Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) juga masih perlu diwaspadai dimasa pancaroba karena sering terjadi kondisi ekstrem, kata Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan Edison Kurniawan.

Begitu pula ketika memasuki musim kemarau perlu diwaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan terutama untuk wilayah Riau, Kalimantan dan Papua karena akan berdampak pada penerbangan akibat kabut asap.

Baca juga: Hujan Deras, Citengah Sumedang Diterjang Banjir Bandang, 4 Orang Terseret hingga Sawah Terendam

Kepala Pusat Meteorologi Publik Fachri Radjab menyatakan saat ini masih dalam periode peralihan sehingga tetap perlu waspada terhadap cuaca ekstrim.

"Masih perlu diwaspadai terutama di musim pancaroba biasanya terjadi hujan lebat disertai petir, angin puting beliung bahkan ada juga hujan es," ujar Fachri

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved